Menperin Resmikan Fasilitas Graving Dock PT Samudra Marine Indonesia

0
714
kemenperin.go.id

SERANG, presidentpost.id – Pada acara Peresmian Fasilitas Graving Dock PT Samudra Marine Indonesia (SMI) Shipyard di Serang, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengungkapkan, sektor maritim bagi Indonesia bukan hanya berfungsi untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, tetapi sebagai simbol kekuatan dan kedaulatan negara. Pasalnya, sektor ini mampu berperan untuk menyatukan wilayah kepulauan Indonesia.

“Salah satu program utama untuk mencapai target tersebut adalah program pengembangan infrastruktur dan konektivitas maritim, melalui pembangunan tol laut, deep seaport, logistik, dan industri perkapalan,” terangnya.

Oleh sebab itu, industri galangan kapal sebagai manifestasi dari cita-cita itu mempunyai tugas dan tanggung jawab yang sangat besar agar kepentingan negara dalam mewujudkan konektivitas antar wilayah melalui penguatan sarana transportasi laut dapat terwuju.

Di sisi lain, visi kemaritiman memberikan peluang bagi industri galangan kapal untuk terus tumbuh karena program tersebut mampu meningkatkan jumlah kebutuhan armada kapal dalam negeri. “Dengan bertambahnya potensi pasar tersebut, kami mengharapkan industri perkapalan nasional mampu memanfaatkan peluang yang ada untuk menambah kapasitas dan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan armada kapal dalam negeri,” imbuh Menperin Airlangga.

Guna menunjang sasaran tersebut, pemerintah telah berupaya mengamankan dan mengoptimalkan pemanfaatan pasar domestik bagi kepentingan pengembangan industri perkapalan dalam negeri sebagaimana diamanatkan oleh Inpres Nomor 2 Tahun 2009 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Menurut Menperin, program P3DN merupakan salah satu strategi yang cukup penting dan perlu didukung oleh semua pemangku kepentingan industri perkapalan. Hal ini karena kebijakan tersebut dapat memberikan kesempatan dan akumulasi pengalaman kepada industri galangan kapal nasional sehingga mampu memenuhi kebutuhan kapal serta produk industri manufaktur maritim lainnya.

Di samping itu, kebijakan lainnya yang akan terus didorong untuk kemajuan industri galangan kapal nasional adalah melalui pemberian insetif fiskal. “Kebijakan tersebut dinilai penting karena bisa memacu industri galangan kapal untuk lebih meningkatkan kemampuan dan daya saingnya,” jelas Menperin Airlangga.

Apalagi, kebutuhan komponen dalam pembangunan kapal memerlukan jumlah yang banyak. Apabila dibarengi pelaksanaan kebijaan fiskal yang tepat, Menperin meyakini akan memberikan keuntungan bagi sektor industri galangan kapal nasional.

“Di samping itu, investasi industri perkapalan membutuhkan modal yang sangat besar dalam jangka waktu yang panjang. Oleh karenanya, iklim investasi yang kondusif menjadi syarat mutlak agar kesinambungan operasional dan produktivitas sektor industri perkapalan dapat menjadi lebih optimal,” tegasnya. (KEMENPERIN/TPP)