Inovasi Disruptif Pemuda Mendobrak Sektor Pangan Mendesaknya Kebutuhan Transformasi Sistem Pangan Nasional

0
169
Foto: Dok. ID COMM

JAKARTA, presdentpost.id – Sistem pangan nasional menanggung beban yang semakin berat dalam memenuhi kebutuhan pangan masa depan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas gizi yang dihasilkannya. Tuntutan ini tentu mempengaruhi status kemiskinan, kesehatan serta perubahan iklim global akibat kegiatan produksi dan konsumsi manusia yang mengancam keberlanjutan lingkungan. Hal ini mendorong Forum for Young Indonesians (FYI) untuk mempromosikan partisipasi pemuda di berbagai titik mata rantai pangan dari hulu ke hilir, agar inovasi dalam isu Pangan Nasional terus menjadi prioritas agenda pembangunan, Rabu (18/10).

Foto: Dok. ID COMM

FYI – yang acara puncaknya adalah pada 22 Oktober 2017 di Gedung Usmar Ismail Jakarta – diciptakan oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) sebagai katalis bagi solusi-solusi inovatif oleh pemuda di berbagai sektor pembangunan, termasuk sektor pangan. FYI, didukung mitra penyelenggara ID COMM, menegaskan dirinya sebagai wadah dimana pemuda dapat mengembangkan potensinya untuk menjadi pelaku pembangunan: menjadi sumber informasi dan pengetahuan, membangun lingkungan yang ramah terhadap inovasi, mendorong terwujudnya gagasan menjadi aksi, dan memberikan pendampingan melalui jejaring multi-sektor yang sudah diciptakan.

“Asia Pasifik adalah kawasan regional dengan populasi terpadat di dunia. Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbanyak di kawasan Asia Pasifik, dan juga negara dengan tantangan pembangunan yang sangat kompleks. Di antara tantangan yang dihadapi adalah pemastian tersedianya pangan. Bukan hanya suplai bahan pangan, namun juga sistem produksinya,” jelas Pendiri CISDI & Staf Khusus Menteri Kesehatan RI Bidang Peningkatan Kemitraan dan Sustainable Development Goals (SDGs), Diah S. Saminarsih.

Foto: Dok. ID COMM
Foto: Dok. ID COMM

“Selama ini, intervensi melalui pangan dan sistem pangan belum terlalu mendapat perhatian sebagai terobosan untuk masalah pembangunan. Namun melihat kompleksitas pembangunan global sebagaimana tercermin dalam dokumen Sustainable Development Goals, diperlukan intervensi yang disruptive dan itu, hanya bisa dilakukan oleh kaum muda yang berani dan inovatif,” imbuhnya.

Ketua FYI dan Direktur Program CISDI, Anindita Sitepu mengatakan, “Dalam tahun-tahun terakhir banyak sekali contoh inisiatif untuk sistem pangan yang dipelopori pemuda, mulai dari sisi produksi, memperpendek rantai distribusi, hingga pengolahan limbah. Forum ini akan menjadi inkubator terlahirnya pendekatan dan metode baru untuk mengembangkan kapasitas pemuda dan membuka akses untuk turut terlibat dalam sistem pangan.”

Foto: Dok. ID COMM

Indonesia memiliki 63 juta pemuda, yang jumlahnya setara dengan 26% dari 238 juta total penduduk Indonesia dan menjadi sebuah potensi besar untuk dapat melahirkan berbagai praktik cerdas dalam pembangunan, apabila ekosistemnya mendukung. (siaran pers)