Pelatihan Warga Desa Botomulyo, Kendal Siap dan Tangguh dalam Kesiapsiagaan Bencana

0
38

Langkah-langkah mitigasi risiko bencana merupakan sebuah prioritas, khususnya dalam menekan risiko ketika bencana terjadi. Kali ini warga Desa Botomulyo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah mendapat kesempatan untuk mendapatkan pelatihan tanggap darurat yang bersifat pro-aktif sebelum terjadinya bencana.

Warga Desa Botomulyo secara khusus ingin mewujudkan tercapainya “Desa Tangguh Bencana” seperti di amanatkan dalam UU No.24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana Tentang Pedoman Umum Desa/Kelurahan Tangguh Bencana yang secara khusus dirancang untuk melindungi setiap warga negara dari dampak bencana alam.

Untuk membantu mewujudkan cita-cita tersebut, dan sekaligus merayakan ulang tahun ke-104, PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), melalui payung program tanggung jawab sosialnya, Sampoerna Untuk Indonesia, melakukan pelatihan tanggap darurat bencana yang mencakup penanggulangan bencana banjir, khususnya wilayah kawasan Kali Bodri. Pilihan program pelatihan kesiapan bencana banjir telah menyesuaikan dengan profil risiko kebencanaan di wilayah Kabupaten Kendal seperti yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.

Ervin Pakpahan, Head of Stakeholders, Regional Relations & CSR Sampoerna mengatakan, “Sampoerna berbangga dapat merangkul berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Hal ini merupakan bukti komitmen kami sebagai salah satu pihak swasta yang menaruh perhatian khusus pada aspek kesiapan dan upaya tanggap bencana di Indonesia. Kami berharap masyarakat dapat memetik manfaat atas inisiatif ini.”

Pada acara ini, Sampoerna bekerja sama dengan Mitra Produksi Sigaret – PT Sari Tembakau Harum (MPS Cepiring) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kendal. Kami merangkul Manajemen dan tim Tanggap Darurat MPS Cepiring, warga dan perangkat desa Botomulyo, BPBD Kabupaten Kendal, serta para karyawan Sampoerna. Mereka semua mendapat pelatihan manajemen tanggap darurat bencana, langkah-langkah antisipatif yang efektif penanggulangan bencana, serta pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Bapak Masrur Masykur, Wakil Bupati Kendal menyampaikan, “Kami menyambut baik inisiatif dari masyarakat, khususnya Sampoerna bersama MPS Cepiring dalam mendukung pencapaian masyarakat Tangguh Bencana, dan upaya membagikan pengetahuan tentang kesiapan bencana bagi masyarakat yang lebih luas. Salut untuk kerja nyata untuk masyarakat disini.”

Selain kegiatan kesiap-siagaan Bencana, panitia juga mengadakan kegiatan EHS SMART Competition, yang akan melombakan berbagai inisiatif terkait aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Tidak kalah penting adalah inisiatif menekan kecelakaan dalam berkendara, untuk itu program ini juga akan diisi pelatihan keselamatan berkendara, dan sekaligus pameran produk hasil para mitra binaan program CSR kami, yang akan dilaksanakan pada tanggal 4 Oktober 2017 di tempat yang sama. Pada akhirnya kami berharap agar tercipta sinergi semua pemangku kepentingan dalam membangun masyarakat Desa Botomulyo dan sekitarnya.

“Di Sampoerna kami percaya untuk tidak hanya menjalankan bisnis dengan baik, tetapi juga untuk berperan aktif dan memberikan kontribusi positif kepada seluruh pemangku kepentingan. Kami berharap melalui misi Sampoerna Untuk Indonesia di Desa Botomulyo, Sampoerna tidak hanya mampu menciptakan desa yang tangguh bencana, namun juga memberikan inspirasi, motivasi, dan sumber daya bagi masyarakat sehingga mereka dapat melakukan yang terbaik untuk diri mereka dan desa mereka.” Tutup Ervin.