Dengan KRL, Ke Kota Jababeka Cikarang Cukup 90 Menit Bahkan Kurang, Rp 5.000

0
361
Foto: Stasiun Cikarang (GA Jababeka - Giyanto)

JAKARTA, presidentpost.id – Dengan Kereta Rel Listrik (KRL), Sekarang dari Jakarta ke Kota Jababeka Cukup 90 Menit bahkan kurang, dengan biaya Rp 5.000. Bagi anda yang bekerja di Kota Jababeka Cikarang, pastinya saat ini sedang stress menghadapi macetnya jalan menuju kesana. Hal tersebut dikarenakan adanya pembangunan Light Rail Transit (LRT) dan juga Elevated toll atau tol melayang Cawang-Cikampek yang keduanya membuat jalanan semakin sempit di beberapa titik.

Tapi anda memiliki alternatif perjalanan saat ini, anda dapat naik KRL dari titik manapun sepanjang Stasiun JakartaKota-Tambun menuju Kota Jababeka atau sekitarnya.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengoperasikan KRL hingga ke Stasiun Cikarang, Jawa Barat mulai hari ini. Jalur rel tersebut akan melayani 32 perjalanan atau 16 kali perjalanan (PP) menuju Stasiun Jakarta Kota.

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia, M.N Fadhila mengatakan, “Hal ini sejalan dengan upaya memperluas jangkauan KRL untuk mencapai target melayani 1,2 juta penumpang pada 2019 mendatang. Ujicoba juga sudah dilakukan secara bertahap dan saat ini pihaknya sudah siap mengoperasikan sampai Stasiun Cikarang.”

Kereta Commuter Indonesia juga sudah membangun dua stasiun baru di Bekasi Timur dan Cibitung dan melakukan revitalisasi di Stasiun Cikarang dan Tambun. Sejumlah prasarana sudah dilbangun, termasuk infrastruktur e-ticketing serta pemeriksaan dan ujicoba bersama dengan PT KAI Daops I Jakarta.

Dengan jarak Cikarang ke JakartaKota sejauh 43,97 km, maka tarif yang perlu dibayarkan pengguna adalah sebesar Rp 5.000. “Waktu tempuh untuk Cikarang ke Jakarta Kota diperkirakan sekitar 90 menit, sementara untuk Cikarang ke Bekasi dengan jarak 16 km adalah sekitar 20 menit,” katanya dalam keterangan resminya, Jumat (6/10). Dari 32 perjalanan KRL setiap hari yang akan melayani Stasiun Bekasi Timur hingga Cikarang, KRL pertama dari Cikarang menuju ke Jakarta Kota mulai beroperasi pukul 04.45 WIB hari ini.

Pemerintah menggunakan pinjaman senilai Rp2,3 triliun dari Pemerintah Jepang untuk membiayai operasional kereta rel listrik (KRL) Bekasi-Cikarang, Jawa Barat.

“Hari ini operasional KRL Bekasi-Cikarang dan Stasiun Bekasi Timur telah resmikan. Stasiun ini sudah didukung fasilitas keamanan, keselamatan dan kenyamanan,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/10) dikutip dari tirto.id.

Ia kembali menegaskan bahwa pembangunan prasarana perkeretaapian lintas Bekasi-Cikarang adalah hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang.

Dia mengatakan, untuk pekerjaan Elektrifikasi lintas Bekasi-Cikarang yang ditandatangani pada tahun 2012 dilakukan melalui kontrak Paket B1, dengan nilai kontrak sebesar Rp2,3 triliun.

Kontrak itu meliputi pembangunan drainase dan jembatan, penggantian rel dan bantalan, pekerjaan elektrifikasi, seperti penggantian catenary di Manggarai dan pemasangan baru catenary lintas Bekasi-Cikarang, pembangunan Stasiun Bekasi Timur, Stasiun Cibitung dan stasiun terbaru tersebut di sisi selatan.

Selain itu, penambahan empat substation atau gardu listrik aliran atas baru di Buaran, Cakung, Bekas Timur, dan stasiun terbaru tersebut, pekerjaan sinyal Telkom berupa pergantian sistem persinyalan SSI menjadi K5B (Kyosan).

Switch Over sistem persinyalan untuk lintas Cakung-Cikarang telah dilaksanakan pada 7 Juni 2017, dan untuk lintas Manggarai-Jatinegara telah dilaksanakan pada 30 September 2017,” katanya.

Pengoperasian KRL lintas Bekasi-Stasiun terbaru tersebut adalah lintas pelayanan baru sepanjang 16,74 kilometer yang dapat ditempuh dalam waktu sekira 21 menit.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Jepang untuk Indonesia Kozo Honsei mengaku sangat senang menghadiri peresmian proyek ini. “Skemanya adalah dana pinjaman. Jepang mendanai perbaikan sinyal perkeretapaian. Ini paling bagus untuk orang indonesia yang tinggal di sini,” katanya.

Honsei mengatakan kerja sama itu adalah tindak lanjut pertemuan dua kepala negara pada Januari 2017 untuk proyek peningkatan kecepatan kereta.

“Saat itu kami bersama Presiden Joko Widodo sepakat untuk meningkatkan layanan kereta lintas utara Jawa,” katanya.

Dia berharap, kedua negara bisa terus menjalin kerja sama dalam upaya perbaikan infrastruktur dan transportasi Indonesia. “Ke depan akan ada projek Mass Rapid Ttransit, pelabuhan, peningkatan kecepatan kereta api lintas utara-Jawa. Ke depan bisa tingkatkan kerja sama sehingga Jepang bisa berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian di Indonesia,” kata Kozo Honsei.(TPP)