Menperin Lantik 15 Pejabat Eselon II

0
154
kemenperin.go.id

JAKARTA, presidentpot.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto melantik sebanyak 15 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II di lingkungan Kementerian Perindustrian. Pelantikan inimerupakan langkah konsolidasi dalam rangka menata jabatan strategis guna meningkatkan kinerja kementerian dan sektor industri nasional.

“Proses mutasi jabatan ini telah melalui proses evaluasi oleh Panitia Seleksi dengan memperhatikan kompetensi, kinerja dan kualifikasi sesuai rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara dan amanat UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara,” kata Menperin di Jakarta, Kamis (28/9).

Adapun ke-15 pejabat yang dilantik, yaitu Herman Supriadi sebagai Kepala Biro Perencanaan, Willem Petrus Riwu sebagai Kepala Pusat Data dan Informasi, Abdul Rochim sebagai Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar, Enny Ratnaningtyas sebagai Direktur Industri Makanan, Hasil Laut, dan Perikanan, serta Taufiek Bawazier sebagai Direktur Industri Kimia Hilir.

Selanjutnya, Lintong Sopandi Hutahaean sebagai Direktur Industri Bahan Galian Nonlogam, Restu Yuni Widayati sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional, Putu Juli Ardika sebagai Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan, Riris Marhadi sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika, serta A. Riyanto sebagai Direktur Akses Pasar Industri Internasional.

Tony T.H. Sinambela sebagai Direktur Akses Sumber Daya Industri dan Promosi Internasional, Pranata sebagai Inspektur III, Sony Sulaksono Kepala Pusat Peneltian dan Pengembangan Teknologi Industri dan Kekayaan Intelektual, Teddy Caster Sianturi sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Industri Hijau dan Lingkungan Hidup, serta Yan Sibarang Tandiele sebagai Kepala Pusat Standarisasi Industri.

Menurut Menperin untuk mempersiapkan kaderisasi dan regenerasi para aparatur Kemenperin yang kompeten dan profesional, perlu dilakukan evaluasi dan konsolidasi secara menyeluruh terhadap para pejabat di lingkungan Kemenperin. “Dalam dua tahun ke depan, banyak program yang harus dicapai. Oleh karenanya, perlu konsolidasi dan penajaman program,” tuurnya.

Di samping itu, perlu adanya percepatan peningkatan kompetensi para pegawai baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan yang bersifat teknis. “Ada beberapa pejabat Kemenperin yang mengikuti training leadership di MIT University, Amerika Serikat dan Universitas Tsinghua di Tiongkok,” ujarnya.

Kemudian, dilakukan penempatan para staf di bawah pejabat yang akan pensiun dengan memiliki potensi dan kompetensi yang baik untuk dipersiapkan menjadi suksesor atau kaderisasi agar program-program kementerian tetap dapat berjalan dengan baik.

“Kami berharap seluruh jajaran tidak hanya memahami terhadap sektornya masing-masing, tetapi juga perkembangan inovasi yang sudah dekat. Salah satu komponen peningkatan daya saing, yaitu termasuk kemampuan institusi yang sudah modern dengan mengikuti perkembangan zaman, sehingga bisa mengantisipasi apa yang akan terjadi. Dengan demikian, industri mengikuti hal tersebut,” paparnya. (KEMENPERIN/TPP)