Konsulat Jenderal Australia Hadir di Surabaya

0
312

SURABAYA, presidentpost.id – Misi diplomatik Australia ke-4 di Indonesia diresmikan hari ini di Surabaya. Konsulat Jenderal yang baru ini akan menjadi titik penting untuk memperkuat perdagangan dan mengembangkan kemitraan ekonomi antara perusahaan-perusahaan Australia dan Jawa Timur.

Pembentukan misi baru ini sebelumnya telah diumumkan pada bulan Februari 2017 oleh Perdana Menteri Malcolm Turnbull pada waktu kunjungan Presiden Joko Widodo ke Sydney.

Duta Besar Ambassador untuk Indonesia Paul Grigson mengatakan pusat niaga Jawa Timur, Surabaya, memiliki ekonomi dengan pertumbuhan paling cepat yang terasa dalam lingkungan binis yang semarak, dengan banyaknya universitas dan sektor kreatif.

“Perusahaan Australia sudah beroperasi dengan baik, kadang dengan mitra setempat di Surabaya dalam jasa keuangan, pendidikan, kesehatan, manufaktur dan infrastruktur,” kata Duta Besar Grigson.

Jawa Timur menyumbangkan sekitar 15 persen dari pendapatan domestik bruto Indonesia dan Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia, menjadi tujuan perdagangan dan investasi Australia yang semakin penting.

Konsul-Jenderal di Surabaya Chris Barnes mengatakan bahwa Surabaya telah lama menjadi pusat perdagangan internasional, dengan pelabuhan serta tautan-tautan udara dan kereta apinya menarik bisnis asing dan domestik untuk mengirimkan barang-barang produksi mereka melewati kota ini menuju kawasan Indonesia Timur dan luar negeri..

“Kota Pahlawan adalah kosmopolitan yang sibuk dengan mahasiswa dari seluruh penjuru Indonesia dan terus-menerus memperbarui populasinya dari beragam latar belakang etnis,” kata Konjen Barnes.

“Begitu banyak orang di Jawa Timur yang telah memiliki koneksi dengan Australia; teman, kerabat atau pengalaman yang mereka dapat melalui tempat kerja atau universitas,” katanya.

Bisnis Australia dengan pabrik-pabrik manufaktur dan pengolahan menyerap banyak tenaga kerja di Jawa Timur. Termasuk diantaranya adalah Coca-Cola Amatil, Blue Scope Steel, Comweld Group, Nuplex dan Caterlindo. Perusahaan layanan Australia seperti Ramsay Health, Bank ANZ dan Bank Commonwealth juga sudah menangkap perekonomian Surabaya yang tumbuh subur.

Hampir 10 persen dari mahasiswa Indonesia yang belajar di universitas-universitas dan pelatihan vokasional di Australia berasal dari Jawa Timur.  Para alumnus dari universitas-universitas negeri kangguru tersebut juga sukses dalam sektor-sektor kreatif dan F&B yang berkembang di Surabaya.(TPP)