Tanjung Lesung Festival 2017 Bakal Meriah, Ayo Hadir! Berikut Inti Acaranya…

0
177

PANDEGLANG, presidentpost.id – Tanjung Lesung kembali adakan festival, kali ini ada enam inti. Keenam acara pada Festival Pesona Tanjung Lesung 2017 adalah MTB XC Marathon, Sunset Trail Run, Rhino X-Triathlon, Pentas Seni & Musik, Kolecer, serta Lomba Bebegig.

MTB XC (Mountain Bike Cross Country) Marathon merupakan lomba sepeda gunung marathon yang akan digelar pada Sabtu 23 September, pukul 8 pagi hingga pukul 2 siang.

Dilanjutkan dengan Sunset Trail Run, yakni lomba lari yang diadakan menjelang matahari tenggelam (sunset) di pantai Bodur Tanjung Lesung pada hari yang sama, pukul 3 sore hingga 6 sore.

Esok harinya yaitu Minggu pelaksanaan Rhino Cross Triathlon, yaitu lomba tiga cabang mulai dari olah raga renang, bersepeda dan lari marathon sekaligus pukul 7 pagi hingga 12 siang. Lomba Cross Triathlon pertama di Indonesia ini berhadiah total sebesar Rp 220,5 juta.

Pentas seni dan musik akan menampilkan bermacam kesenian khas Banten seperti Tari Rampak Bedug dan pementasan musik tradisional Pandeglang, Amoeba.

Lalu akan ada Kolecer yakni baling-baling tradisional Sunda yang menimbulkan suara berderit sewaktu tertiup angin.

Baling-baling tersebut terbuat dari kayu dengan buntut lilitan daun pisang kering. Baling-baling itu dipasang dengan batang bambu ukuran kecil sampai besar. Panjang baling-baling kolecer beragam, dari 0,5meter sampai 4 meter.

Selanjutnya lomba Bebegig merupakan lomba boneka berbentuk orang-orangan sawah yang biasanya dibuat oleh petani untuk mengusir hama padi yaitu burung pipit.

Orang-orangan sawah dalam Bahasa Sunda disebut Bebegig. Dalam Bahasa Jawa Memedi Sawah alias Hantu Sawah. Orang Jepang menyebutnya Kakashi sedangkan orang Inggris bilang Scarecrow.

Selain itu ada berbagai kegiatan menyenangkan lainnya seperti stand up paddle board, kayak, dan sailing.

Tak ketinggalan bermacam lomba menarik seperti Lomba Hias dan Balap Perahu Jukung, serta Kontes Foto.

Juga ada Forum Bisnis, Seminar SDM Kepariwisataan, Pameran Produk dan Industri Pariwisata Provinsi Banten, Pameran Foto Ikon Banten, Gebyar Paguron, Kemah Wisata, dan Sosialisasi Badak Cula Satu.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Banten, Eneng Nurcahyati baru-baru ini menjelaskan Festival Tanjung Lesung yang diselenggarakan atas kerjasama antara Pemprov Banten, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Kementrian Pariwisata (Kemenpar), PT Banten West Java, dan seluruh stakeholder pariwisata yang ada di Banten ini bertujuan untuk mendukung Tanjung Lesung sebagai salah satu dari 10 Destinasi Prioritas sekaligus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.

Eneng Nurcahyati optimis Festival Pesona Tanjung Lesung 2017 yang berlangsung selama 3 hari akan mendatangkan ribuan wisatawan baik lokal, nusantara, maupun mancanegara.

Guna mempromosikan sekaligus menggaungkan festival ini lebih luas, lanjut Eneng akan di-launching di Jakarta, tepatnya di kantor Kemenpar, Selasa 9 September dengan mengundang sejumlah wartawan spesial pariwisata dan travel blogger andal.

Launching Festival Pesona Tanjung Lesung 2017 akan dihadiri Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Rekho Astuty, Gubernur/Wagub Banten, Bupati Pandeglang, dan Chairman Jababeka Group.

Tanjung Lesung terletak di ujung Barat Pulau Jawa, terpatnya di Tanjung Jata, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Lokasinya menghadap ke Gunung Anak Krakatau dan memiliki garis pantai sepanjang 15 Km.

Di sana wisatawan biasa melakukan berbagai kegiatan bernuansa bahari (water sports) seperti voli pantai dan lainnya atau sekadar berjemur dan menikmati pesona matahari tenggelam.

Usai menikmati rangkaian acara Festival Pesona Tanjung Lesung, tak sedikit wisatawan yang meluangkan waktu mendatangi Taman Nasional Ujung Kulon, dan objek wisata lain yang ada di sekitaran Tanjung Lesung. Wisatawan yang berkunjung ke pantai Tanjung Lesung dari Jakarta, biasanya melalui jalan tol Tangerang-Merak. (TPI/TPP)