Menpar: Tol Serang-Panimbang Ditargetkan Selesai 2019

0
270
blogspot.com

JAKARTA, presidentpost.id – Pemerintah pusat terus berusaha mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya ke 10 destinasi wisata prioritas. Salah satunya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung yang terletak di Pandeglang, Banten Selatan. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pihaknya akan melanjutkan rencana pembangunan marina di Tanjung Lesung, reaktivasi rel kereta api Rangkasbitung-Labuan, jalan tol Serang-Panimbang, serta bandara di Panimbang.

“Aksesibilitas sangat penting. Kalau mau jadi destinasi dunia, jaraknya tidak boleh lebih dari 2 jam,” ujarnya selepas meresmikan acara Festival Pesona Tanjung Lesung 2017, Selasa (5/9), di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar.

Arief melanjutkan, saat ini jarak tempuh Tanjung Lesung dari Jakarta masih lebih dari 5 jam.

Ganti rugi untuk jalan tol Serang-Panimbang sudah sekitar 40 persen dan rencananya akan groundbreaking pada 15 September 2017. Targetnya akan selesai pada 2019.

Untuk bandara masih dalam proses pengadaan lahan. Pemerintah Provinsi Banten mengungkapkan ada beberapa bagian lahan yang dikuasai oleh spekulan sehingga pembebasan lahan menjadi terhambat.

Lahan untuk pembangunan bandara luasnya mencapai 600 hektare dan sebagian besar masuk dalam lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dengan akses yang lebih baik, Menpar menyatakan tidak hanya Tanjung Lesung yang mendapatkan keuntungan tapi destinasi wisata lainnya di Banten juga bakal lebih mudah dipasarkan ke mancanegara. Salah satunya adalah Pantai Sawarna yang telah dikenal sebagai lokasi berselancar.

Sementara itu Gubernur Banten H. Wahidin Halim mengatakan, percepatan pembangunan KEK Tanjung Lesung tengah dilakukan di antaranya pembangunan jalan tol Serang-Panimbang sepanjang 83,6 km dan rencana pembangunan jalan kereta api Rangkasbitung-Labuan yang akan mulai beroperasi pada 2020.

“Pembangunan infrastruktur untuk mendukung KEK Tanjung Lesung menjadi prioritas karena akan memudahkan wisatawan berkunjung ke destinasi unggulan ini,” kata Wahidin.

Wahidin menjelaskan, potensi pariwisata Banten sangat besar memiliki 1.166 daya tarik wisata (DTW) terdiri 344 DTW alam, 591 DTW sejarah dan budaya, dan 231 DTW minat khusus buaian.

“Sektor pariwisata menjadi andalan Provinsi Banten, laju pertumbuhan PDRB pariwisata Banten selama periode 2011-2015 rata-rata tumbuh 7,35 persen,” tutupnya. (TPP)