Kagumi Kabupaten Ende, Bos Jababeka Minat Investasi dan Dorong Percepatan Pariwisata

0
185
Foto: Ketua Yayasan Universitas Flores, Lori Gadi Djou - Pendiri dan Chairman PT Jababeka, S.D Darmono - Wakil Bupati Ende Djafar Achmad - Rektor Universitas Flores, Stefanus - Akademisi, Komaruddin Hidayat

ENDE, presidentpost.id – Pendiri dan Chairman PT Jababeka Tbk. S.D Darmono kunjungi Kabupaten Ende dalam rangka peluncuran buku “Building A Ship While Sailing” di Universitas Flores, Ende, Flores, Jumat (25/8).

Tim The President Post berkesempatan untuk ikut dalam roadshow ke Ende kali ini. Tiba sehari sebelum acara, Darmono yang datang bersama Komaruddin Hidayat berharap adanya pesawat langsung dari Denpasar ke Ende.

Saat ini penerbangan Garuda Indonesia yang dinaikinya dari Jakarta memang harus ke Denpasar lalu Kupang terlebih dahulu, dan berpindah pesawat ATR-72 ke Ende yang harus menunggu keberangkatannya hingga 4-5 jam.

Pantai Penggajawa Batu Biru, Ende

Setibanya, Darmono yang disambut oleh Wakil Bupati Ende Djafar Achmad pun langsung mengagumi indahnya Ende. Beliau melihat sendiri betapa banyaknya bule-bule yang datang karena ingin melihat Danau Kelimutu, Pantai Batu Biru, bahkan hingga ke Labuan Bajo melalui jalur darat.

Bos Jababeka yang berniat membangun 100 kota tersebut juga menyatakan minatnya untuk membangun kota baru di Ende, diawali dari peningkatan industri pariwisatanya disana.

Darmono langsung diajak ke tempat perenungan Bung Karno ketika beliau menciptakan Pancasila, kepada Wakil Bupati pun langsung disampaikan, “Semua anak SMA perlu datang kesini dan merenungkan makna Pancasila, Ende perlu dikunjungi oleh wisatawan lokal dan Pancasila adalah salah satu alasannya.”

“Kementerian Pendidikan harus mewajibkan anak SMA untuk kesini dan dimasukan ke kurikulum. Anggap satu juta anak datang kemari setiap tahun, maka pesawat bisa lebih banyak dan lebih murah sehingga lebih banyak wisatawan datang ke Ende,” ujarnya.

Wakil Bupati pun sepakat dan fokus untuk merapihkan tempat perenungan terlebih dahulu, lalu akan mencoba menyurati Mendikbud hingga Presiden untuk realisasinya.

Malam harinya Darmono diajak gala dinner untuk bertemu dengan pelaku usaha, akademisi dan juga pejabat birokrasi di kediaman dinas Wakil Bupati. Salah satu misi Darmono yaitu turut mengembangkan President Executive Club di daerah yang merupakan klub ABG (Akademisi, Business, Government) non partisan dan sudah berdiri sejak 2009 lalu.

Menariknya terjadi komunikasi yang hangat antara ketiga elemen tersebut, Darmono pun menyampaikan, “Inilah pentingnya ada klub ABG, namun acara malam ini terlalu resmi. Harusnya lebih santai agar terjadi pertemanan, kalau terlalu formil maka ada jaga jarak. Seperti kegiatan olah raga yang bisa diikuti oleh ketiga elemen seperti bermain kartu bridge ataupun golf misalkan.

“Perlu adanya KKN yang baru, yaitu komunikasi, kolaborasi dan networking. Sehingga ABG bisa duduk bareng buat regulasi yang win-win, lalu akademisi berperan melakukan riset dan bersuara ke masyarakat agar mendukung pembangunan tersebut,” ujarnya.

Darmono juga menjelaskan daya saing daerah bisa ditingkatkan apabila peraturan daerah disini lebih menarik daripada pulau Jawa. “Misalkan di Jakarta sangat sulit membuat pabrik alkohol, tapi kalau disini memungkinkan, maka Ende bisa ekspor alkohol tersebut ke Jepang, Korea dan Eropa, bukan untuk konsumsi dalam negeri. Ini hanya satu contoh kalau daya saing bisa ditingkatkan melalui regulasi.”

Pada hari peluncuran bukunya, di depan lebih dari 200 orang yang terdiri dari mahasiswa Universitas Flores, pengusaha dan SKPD, Darmono pun menyampaikan betapa potensialnya Ende dan Flores secara keseluruhan. Tidak lupa menyampaikan pentingnya modal Ende yang sudah ada yaitu kota lahirnya Pancasila.

Darmono juga mengingatkan bahwa dahulu kita berani melawan penjajah hanya bermodalkan bambu runcing dengan tanpa modal dan sedikit orang pandai, namun sekarang makin banyak modal dan orang pandai kok justru takut untuk bergerak.

“Karena itulah buku ini hadir, bagaimana kita bisa terus membangun kapal sambil berlayar. Karena tantangan akan terus hadir tapi kita masih harus mensejahterakan banyak saudara-saudara kita melalui pembangunan kota-kota baru di Indonesia,” ujarnya.

Banyak hadirin yang merasa judulnya tidak mungkin dikerjakan, yaitu sambil membangun kapal tapi juga berlayar. Darmono lalu menjelaskan, “Justru kita bersama-sama dengan sampan kecil mengawal kapal besar yang sedang dibangun tersebut, ditengah jalan kita akan bertemu dengan kapal lainnya dan kita bisa meminta bantuannya untuk turut membangun kapal besar tersebut.”

Pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU oleh Darmono selaku pendiri PT Jababeka dan President University dengan Rektor Universitas Flores dan Pemerintah Kabupaten Ende yang diwakili oleh Wakil Bupati Djaar Achmad. Diakhiri dengan penandatanganan buku oleh Darmono dan Komaruddin Hidayat. (Rachmat/TPP)