Cross Triathlon Pertama Indonesia Akan Berada di Tanjung Lesung

0
132

PANDEGLANG, presidentpost.id – Kick-off rangkaian perhelatan akbar Tanjung Lesung Festival menjadi momen penting dengan digelarnya Familiarization Trip (Fam Trip) yang memperkenalkan trek gelaran olahraga petualangan Rhino X Triathlon di kawasan Tanjung Lesung.

“Lintasan medan off-road dan perairan laut yang melewati keindahan dan tantangan alam dirancang khusus untuk menjadi medan kompetisi tiga olahraga yaitu renang, balap sepeda dan lari. Untuk ajang MTB XC Marathon berjarak 16 kilometer dalam satu putaran,” ujar Event Director Tense Manalu.

“Sementara, Sunset Trail Run memiliki jarak sejauh 17 kilometer. Untuk Rhino Cross Triathlon terdiri dari; panjang lintasan renang 500 meter dan 1000 meter, rute sepeda 10 kilometer untuk satu putaran, dan rute lari 5 kilometer untuk satu putaran,” tambahnya.

Ia mengatakan, seluruh lintasan berada di kawasan Tanjung Lesung, meliputi area Beach Club, Mercu Suar, Sailing Club, Blue Fish, Bukit Mundi, Jalan Arteri, Desa Kalicaa, Pantai Bodur, dan Golf Land.

Tense menjelaskan, medan yang dilalui dalam ketiga mata lomba tersebut meliputi tanah, pasir pantai, perbatuan karang, persawahan, perkebunan, hutan pantai dan perbukitan. Terdapat single track sekitar 70%.

Peserta akan menyusuri pesisir dan hutan pantai kurang lebih 60% dari total jarak. Elevasi tertinggi medan rute yang dilalui kurang lebih 35 meter. Secara keseluruhan variasi medan tersebut cukup menantang dan mengasyikkan dengan pemandangan alamnya yang begitu eksotis.

“Gelaran Rhino X-Tri yang diklaim sebagai cross triathlon pertama di Indonesia ini memang memiliki misi untuk mempopulerkan sekaligus menginspirasi olahraga cross triathlon di Indonesia,” tutupnya.

Managing Director pengelola KEK Tanjung Lesung, PT. Banten West Java, Rully Lasahido mengatakan, pihaknya sebagai pengelola Kawasan Ekonomi Khusus, berkomtimen kuat untuk menghadirkan kegiatan yang dapat meningkatkan awareness atas keberadaan KEK yang telah di resmikan oleh Presiden RI pada tahun 2015 ini.

“Khusus untuk tahun 2017, Tanjung Lesung mengusung tema “Sport & Adventure”. Dan pada bulan September ini, Lokasi yang termasuk salah satu Bali baru ini akan menggagas “Dive Centre” yang akan menjadi icon baru aktivitas di kawasan ini,” ungkapnya.

Selain menggelar fam trip, KEK Tanjung Lesung juga menghelat penanaman simbolis pohon butun di area Beach Club sebagai bentuk dukungan upaya perlindungan alam Banten. Pohon butun dikenal sebagai tanaman khas daerah Ujung Kulon.

Penggagas kegiatan sekaligus Ketua Pramuka Kwartir Ranting Sumur Pandeglang, Ramli Idris Spd. Menjelaskan, program ini pertama kali digagas di Ujung Kulon dimana setiap pengunjung diminta menjadi pengadopsi pohon butun untuk konservasi.

“Tanjung Lesung dalam rangka perhelatan Tanjung Lesung Festival turut serta mendukung program ini dengan mengupayakan kegiatan menanam pohon butun di sepanjang pantai Tanjung Lesung sampai ke Ujung Kulon,” jelasnya.

Tanjung Lesung Festival tahun 2017 yang berlangsung pada 22-24 September 2017 ini adalah agenda tahunan yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan KEK Tanjung Lesung serta PT Banten West Java sebagai pengelola kawasan. (IND/TPP)