Tingkatkan Layanan Multimoda, Kereta Peti Kemas Cikarang Dry Port-Surabaya 60 Kali Sebulan

0
168

CIKARANG, presidentpost.id – Cikarang Dry Port (CDP), pelabuhan darat yang dikelola PT Cikarang Inland Port, meningkatkan layanan domestik untuk mendukung kelancaran sistem logistik nasional, dengan cara menambah frekuensi kereta angkutan peti kemas ke Surabaya. Jadwal kereta angkutan peti kemas dari Cikarang Dry Port ke Surabaya ditambah menjadi 60 kali per bulan. Sekali perjalanan kereta angkutan peti kemas membawa 30 gerbong atau 60 TEUs (satuan setara peti kemas 20 ft).

Untuk mendukung operasional kereta, CDP telah meningkatkan kapasitas emplacement atau stasiun kereta barang di pelabuhan darat tersebut. Sebelumnya hanya cukup untuk kereta sepanjang 20 gerbong sehingga harus diputus dan langsir pada saat bongkar muat. Sekarang setelah dilakukan ekspansi, panjangnya cukup untuk 30 gerbong sekaligus. Dengan 3 jalur yang tersedia, 2 rangkaian kereta dapat melakukan bongkar muat bersamaan dan satu jalur untuk langsir.

“Saat ini 5 operator kereta telah beroperasi di Cikarang Dry Port, menghubungkan pelabuhan darat kami ke Surabaya dan juga Pelabuhan Tanjung Priok. Volume juga terus meningkat seiring dengan bertambahnya operator dan juga frekuensi layanan,” ujar Benny Woenardi, Managing Director Cikarang Dry Port, Kamis (24/8).

Lebih lanjut Benny menyampaikan, saat ini CDP bekerjasama dengan pelayaran nasional sedang mengembangkan layanan multimoda domestik. Peti kemas berangkat dari CDP ke Surabaya diangkut dengan menggunakan kereta, lalu dilanjutkan dengan layanan dari pelayaran nasional ke berbagai pelabuhan tujuan di Indonesia bagian timur. Sebaliknya juga dari Surabaya ke Tanjung Priok lalu dilanjutkan oleh layanan pelayaran ke berbagai pelabuhan tujuan di Indonesia bagian barat.

“Dengan layanan multimoda domestik ini, rel kereta di Pulau Jawa dapat menjadi jembatan antara Indonesia bagian barat dan bagian timur. Saat ini ada jadwal reguler Cikarang – Benoa dan Cikarang-Mataram via Surabaya, serta Surabaya-Cikarang-Batam. Tujuan lainnya yang pernah dilayani adalah Kupang dan juga Manokwari. Layanan kereta dan multimoda domestik ini akan mendukung industri dalam pasokan bahan baku dan distribusi domestik, serta penyerapan bahan baku serta kebutuhan eksport dari daerah Indonesia timur tanpa menambah beban jalan dan kemacetan,” jelas Benny.