Menteri PUPR Sertifikasi 3.255 Pekerja Konstruksi Pecahkan Rekor MURI

0
188
jpp.go.id

JAKARTA, presidentpost.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memecahkan rekor dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan melakukan sertifikasi terbanyak secara serentak kepada tenaga kerja sebanyak 3.255 orang. Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh PT Semen Gresik dengan sertifikasi sebanyak 1.255 orang.

“Sertifikasi bukan hanya merupakan amanat Undang-Undang, tapi juga harus memberikan manfaat bagi tenaga kerja Indonesia. Manfaat yang diterima tenaga kerja bersertifikat antara lain pendapatan yang lebih tinggi dan bisa bekerja di luar negeri karena keahliannya diakui,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Senin (21/8).

“Bagi yang sudah bersertifikat namun belum dapat kerja, bisa lapor ke saya. Ini semua yang membedakan dengan tenaga kerja yang tidak bersertifikat. Peraturan Menteri (Permen) PUPR sebagai aturan turunan akan segera terbit tahun ini,” imbuh Menteri Basuki.

Lebih lanjut Menteri Basuki menjelaskan, keberhasilan pembangunan bidang PUPR sangat ditentukan oleh kualitas tenaga kerja konstruksi. Ditambah, pada tahun 2018 mendatang Kementerian PUPR menerima amanat anggaran terbesar dalam RAPBN 2018, yakni sebesar Rp106,91 triliun. “Hasilnya (pembangunan) harus berkualitas,” tegas Menteri PUPR.

Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan jumlah tenaga kerja konstruksi dalam jumlah yang besar, sehingga penyiapan tenaga kerja konstruksi yang terampil, profesional, dan bersertifikat adalah tugas bersama dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) saat ini.

Menteri Basuki mengungkapkan, dari tujuh juta tenaga kerja konstruksi di Indonesia, baru sekitar satu juta tenaga yang telah disertifikasi.

“Tahun ini kami targetkan 500 ribu tenaga kerja dapat disertifikasi dan untuk itu kami menggandeng seluruh stakeholders untuk mencapai target tersebut,” ujarnya yang juga menyebutkan dari target tersebut sebanyak 300 ribu orang telah dilakukan sertifikasi hingga akhir Juli 2017.

Acara “Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil dan Bimbingan Teknis Keahlian Konstruksi Tahap II di Lingkungan Internal dan Eksternal Kementerian PUPR” tersebut diikuti sebanyak 3.255 orang, yang terdiri dari 3.047 orang peserta Sertifikasi Tenaga Kerja Terampil (SKTK) meliputi Tukang, Mandor, Drafter, Surveyor, Operator, Pelaksana, dan Pengawas.

Sedangkan sebanyak 208 orang lainnya adalah Peserta Bimbingan Teknis Keahlian meliputi Bimbingan Teknis Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), Manajemen Konstruksi (MK), dan Administrasi Kontrak (AK). (JPP/TPP)