Indonesia-Filipina Sepakat Tingkatkan Perdagangan dan Wisata

0
148
kemlu.go.id

JAKARTA, presidentpost.id – Di tengah kesibukan membawa Misi Dagang Pengusaha Mindanao ke Jakarta dan Sulawesi Utara, Konsul Jenderal RI Davao City Berlian Napitupulu telah memui Walikota Manado dan Bitung di kantornya masing (3/8). Misi Dagang tersebut merupakan bentuk upaya KJRI Davao City dalam mendorong peningkatan hubungan perdagangan Indonesia-Filipina, serta meningkatkan load factor RoRo Bitung-General Santos-Bitung yang diluncurkan Presiden Indonesia dan Filipina pada 30 April lalu.

Dalam pertemuan dengan Walikota Bitung Max Lomban, Konjen Berlian Napitupulu membahas berbagai upaya bersama untuk meningkatkan hubungan perdagangan antara lain dengan menyelenggarakan 12 ekspo di Davao dan beberapa kota di Mindanao serta memfasilitasi business matching dan misi dagang Mindanao ke Indonesia.

Khusus pertemuan dengan Walikota Bitung, Konjen juga terlibat pembicaraan serius membahas nasib 8745 orang keturunan Indonesia (Person of Indonesian descents/PIDs) yang telah lama bermukim di Mindanao. Konjen menyampaikan bahwa Tim Gabungan KJRI Davao, UNHCR dan Pemerintah Filipina telah meneliti dokumen dari 5208 orang PIDs.

Dari jumlah tersebut sebanyak 2.425 PIDs telah ditetapkan sebagai WNI. KJRI telah mengirimkan kuesioner survey untuk menanyakan berapa yang mau tinggal menetap di Mindanao dan siapa yang mau pulang (repatriasi) ke Indonesia.

Berdasarkan survey KJRI tersebut, sebagian besar PIDs ingin kembali ke Indonesia. Oleh karena itu kesedian dan kesiapan pemerintah daerah untuk menerima dan menyediakan sumber atau fasilitas penghidupan bagi mereka sangatlah penting dalam proses repatriasi tersebut,” demikian tutur Konjen Berlian.

Walikota Bitung Max Lomban menyatakan akan mendukung proses repatriasi tersebut dan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat dalam mengupayakan penghidupan ekonomi yang layak bagi mereka.

Saat bertemu dengan Walikota Manado Vicky Lumentut, Konjen Berlian menjelaskan mengenai pentingnya peran aktif dan dukungan Pemerintah Daerah dalam mendorong sektor bisnis menjalin kerja sama ekonomi dan perdaganan dengan mitra mereka di Mindanao.

“Melalui kegiatan misi dagang yang diselenggarakan oleh KJRI Davao City,  sektor bisnis di Sulawesi Utara semakin dipermudah untuk dapat bertemu dan bertransaksi langsung dengan para pengusaha Mindanao” jelas Konjen Berlian kepada Walikota Vicky Lumentut.

Disamping potensi perdagangan dan investasi, Manado dan Bitung juga memiliki potensi pariwisata yang sangat menjanjikan. Melihat potensi tersebut, Konjen Berlian juga menyampaikan inisiatif promosi dan kerja sama yang dapat dilakukan dengan Mindanao. Salah satunya adalah touring untuk para bikers Mindanao ke Manado dan Bitung serta beberapa kota lainnya di Sulawesi. Inisiatif ini langsung ditanggapi positif baik oleh walikota Bitung maupun Walikota Manado yang menyatakan akan siap mendukung kegiatan touring dan promosi pariwisata tersebut.

“Manado dan Bitung masih memliki MoU Sister City dengan Davao, MoU ini tentunya dapat diperkuat kembali untuk menjadi pondasi kerja sama di berbagai bidang, seperti perdagangan, transportasi, pariwisata, pendidikan, sosial, pemuda dan olah raga, serta bidang lainnya.” Ungkap Konjen Berlian saat pertemuan dengan Walikota Manado dan Bitung.

Baik Walikota Bitung maupun Walikota menyampaikan dukungan dan kesiapannya untuk memperkuat hubungan kerja sama dengan Mindanao, khususnya Davao City. Bahkan Walikota Bitung telah berencana melakukan kunjungan kerja ke Davao City pada minggu ke-3 Agustus guna membahas langsung potensi kerja sama tersebut dengan Walikota Davao Sara Duterte, yang merupakan puteri Presiden Filipina Rodrigo Duterte.

Kunjungan tersebut dinilai strategis mengingat waktunya bersamaan dengan Festival Kadayawan (Thanksgiving) yang diselenggarakan secara meriah setiap tahun di Davao. “Kesempatan tersebut dapat digunakan Walikota Bitung untuk mengundang Walikota dan pengusaha Davao menghadiri Festival Selat Lambeh yang akan diselenggatakan di Bitung pada Oktober 2017. Dengan demikian, membawa kemajuan bagi hubungan ekonomi dan sosial budaya kedua kota selanjutnya,” pungkas Konjen Berlian.​​ (kemlu/TPP)