Serahkan 26 Penghargaan, Menperin: Ini Komitmen Kami Guna Mendorong Tumbuhnya Motivasi Pelaku Industri

0
125
kemenperin.go.id

JAKARTA, presidentpost.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menyerahkan sebanyak 26 penghargaan kepada pelaku dan pemerhati industri dalam negeri, yang terdiri dari Penghargaan Upakarti, Penghargaan Desain Terbaik Indonesia dan Penghargaan Kreasi Prima Mutu tahun 2017. Kegiatan ini sebagai upaya strategis pemerintah untuk memberikan apresiasi bagi mereka yang berprestasi dalam pembinaan dan pengembangan industri, terutama sektor industri kecil dan menengah (IKM).

“Penghargaan ini komitmen dari pemerintah guna mendorong tumbuhnya motivasi pelaku industri khususnya IKM agar terus meningkatkan produksi dan pemasaransehingga mampu berdaya saing di pasar domestik dan ekspor,” kata Menperin seusai menyerahkan penghargaan tersebut di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (2/8).

Airlangga menjelaskan, IKM masih menjadi tumpuan dalam pembangunan perekonomian nasional. “Bahkan, sebagian IKM kita telah berhasil menembus pasar luar negeri atau terkait secara integral dengan industri besar,” ungkapnya.

Untuk itu, Kemenperinterus melakukan program pembinaan dan pengembangan sektor yang mendominasi populasi industri di Indonesia tersebut, antara lain melalui penumbuhan wirausaha baru, pengembangan produk IKM, peningkatan kemampuan sentra dan Unit Pelayanan Teknis (UPT), serta pemberian bantuan mesin dan peralatan produksi.

Selanjutnya, perluasan akses pasar melalui promosi dan pameran baik secara konvensional maupun secara digital melalui kerjasama dengan marketplace yang ada,fasilitasi pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual, fasilitasi sertifikasi mutu produk dankemasan, serta fasilitasi pembiayaan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Diharapkan, program-program tersebut mampu menghasilkan pelaku IKM yang kompeten dan berdaya saing. Karena dengan kompetensi perajin yang tinggi, akan berwujud pada produk yang dihasilkan termasuk dengan desain yang baik,” papar Airlangga.

Menperin menyampaikan, pemerintah daerah juga berperan pentingdalam memacu pertumbuhan dan pengembangan IKM. “Kami meminta kepada para Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan di daerah terus menggiatkan partisipasi masyarakat dalam mendorong pengembangan IKM serta lebih cermat memberikan perhatian terhadap mereka yang telah melakukan upaya nyata dalam membantu penumbuhan IKM di daerah,” tuturnya.

Kemenperin mencatat, jumlah IKM tumbuh mencapai 165.983 unit pada tahun 2016 atau meningkat 4,5 persen dibandingkan tahun 2015. Sementara pada 2017, jumlah IKM ditargetkan mencapai 182.000 unit dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 400.000 orang.

Dengan berbagai program strategis tersebut, Kemenperin akan mendorong penumbuhan wirausaha baru sebanyak 5.000 unit dan pengembangan 1.200 sentra IKM pada 2017. Pada 2019, ditargetkan akan mencapai 20.000 wirausaha baru.

Di samping itu, IKM terus meningkatkan nilai tambah di dalam negeri yang cukup signifikan setiap tahun. Ini terlihat dari capaian pada 2016 sebesar Rp520 triliun atau meningkat 18,3 persen dibandingkan pada 2015. Sedangkan, nilai tambah IKM pada 2014 tahun sekitar Rp373 triliun menjadi Rp439 triliun pada 2015 atau naik 17,6 persen.

 

Pada kesempatan yang sama, Dirjen IKM Gati Wibawaningsih mengatakan, penganugerahan seperti ini dilakukan setiap dua tahun sekali. Adapun rincian penerima penghargaan di bidang industri tahun 2017,yakni penerima Penghargaan Upakarti sebanyak 16 orangatau perusahaan yang terdiri dari lima penerima Jasa Pengabdian, lima penerima Jasa Kepeloporan, dan enam penerima Jasa Kepedulian.

Selanjutnya, penghargaan Gold Award Desain Terbaik Indonesia Kategori Desain Produk Industri Massal dan Telah Dipasarkan sebanyak enam penerima, serta penghargaan Kreasi Prima Mutu sebanyak empat penerima.

Gati menjelaskan, penghargaan Upakarti merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan oleh pemerintah kepada mereka yang telah berdedikasi melakukan sesuatu secara luar biasa dalam pengembangan IKM, baik yang berasal dari kalangan dunia usaha, lembaga, praktisi/profesional dan pemerintah daerah.

Dari 16 penerima Upakarti, lima penerima kategori Jasa Pengabdian adalah Ratu Munawaroh dari Kota Jambi, Provinsi Jambi, Endra Noflida Yuswir dari Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Riswahyuni dari Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Arita Apolinadari Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, dan Imtihani dari Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Untuk Jasa Kepeloporan, yaitu PT. Tri Jaya Teknik, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, IKM Cita Rasa Pagimana dari Kabupatan Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, PT. Rekadaya Multi Adi Prima dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat, CV. Tashinda Putraprima dari Kabupaten Bantul, D.I.Yogjakarta, dan IKM Tenun Lansek Manih dari Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat.

Kategori Jasa Kepedulian, diserhakan kepada Tri Rismaharinidari Kota Surabaya, Jawa Timur, Hendrar Prihadidari Kota Semarang, Jawa Tengah, Rita Widyasaridari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Judas Amir, dari Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Andi Burhanuddin Unrudari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, dan Qurais H. Abidin dari Kota Bima, Nusa Tenggara Barat.

Gati menerangkan, Penghargaan Desain Terbaik Indonesia diberikan kepada perusahaan atau desainer yang telah melakukan upaya luar biasa dalam menghasilkan desain produk yang paling baik sesuai dengan performa desain dan memenuhi kriteria-kriteria ’Good Desain’.

Penghargaan tersebut diserahkan kepada enam penerima, yaitu PT. Indovickers Furnitama, PT. Star Cosmos, Pala Nusantara, Jens Kreatif, PT. Pudak Oriental Indonesia, dan PT. Heavenly Nutrition Indonesia. “Kami berharap mereka bisa turut mendorong tumbuh dan kembangnya desain baru yang kreatif dan inovatif bagipelaku industri lainnya guna meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia,” papar Gati.

Sedangkan, Penghargaan Kreasi Prima Mutu diberikan kepada IKM yang telah menerapkan sistem manajemen pengendalian mutu produk secara terus menerus melalui Gugus Kendali Mutu yang dibentuk oleh masing-masing perusahaan.

Keempat penerima penghargaan tersebut adalah CV Tom Burger Group dari Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, CV. Esbas Toy’s dari Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, UD. Riga Bintang Cenderawasih dari Kabupaten Magetan, Jawa Timur, dan UD. Azhari  dari Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. (kemenperin/TPP)