Menperin: Kita Mampu Hasilkan Kendaraan Dengan Komponen Lokal Capai 86 Persen

0
107
kemenperin.go.id

BEKASI, presidentpost.id – Produsen otomotif nasional semakin menunjukkan daya saingnya di pasar ekspor, termasuk dalam menciptakan kendaraan pedesaan. Hal ini seiring dengan upaya pemerintah mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta kegiatan penelitian dan pengembangan di sektor industri. “Salah satu pilar penting pada industrialisasi adalah inovasi berbasis R&D (research and development). Untuk industri otomotif, kita didukung kekuatan engineeringyang mampu menghasilkan kendaraan dengan komponen lokal mencapai 86 persen,” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto pada Peresmian Ekspor Perdana Unit Wintor di PT Astra Otoparts Tbk., Cikarang, Bekasi Jumat (28/7).

Menperin mengapresiasi salah satu anak perusahaan PT Astra Otoparts Tbk, yakni PT Velasto Indonesia, yang melakukan ekspor perdana unit Wintor ke Malaysia. Wintor merupakan alat angkut khusus perkebunan serbaguna, sebagai buah karya yang desain 100 persen oleh anak bangsa.

“Kami meyakini Wintor sebagai kendaraan lokal yang mampu bersaing di pasar dunia, serta dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan bisnis otomotif di Indonesia ke depannya. Bahkan, mampu memacu pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan,” paparnya.

Airlangga menyampaikan, potensi kebutuhan alat angkut perkebunan masih cukup besarbaik di pasar domestik maupun internasional. Misalnya, kendaraanyang digunakan di perkebunan kelapa sawit, karena komoditi ini produksinya cukup tinggi di dalam negeri dibandingkan dengan tanaman lain.

Lebih lanjut, menurutnya, Wintor sebagai salah satu wujud nyata dari model kendaraan pedesaan. Kementerian Perindustrian telah menggagas konsep kendaraan pedesaan yang multi fungsional, yakni untuk angkut barang dan penumpang.

“Kami sudah punya empat prototipe kendaraan pedesaan. Wintor ini bisa masuk di dalamnya. Dan, yang terpenting lagi adalah perlunya pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual, diharapkan dapat memperluas pasar ekspor,” ujar Airlangga.

Presiden Direktur PT Astra International Tbk Prijono Sugiarto mengatakan, dalam membuat Wintor, pihaknya telah melibatkan industri kecil dan menengah sektor komponen otomotif dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 unit per tahun.

Sejak November 2013 hingga saat ini, PT Velasto Indonesia telah memproduksi 1.177 unit Wintor yang tersebar di seluruh lokasi Indonesia. “Kehadiran Wintor diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program mekanisasi dan membantu meningkatkan efektivitas operasional dan produktivitas panen komoditas,” tuturnya.

Prijono menambahkan, Wintor menggunakan mesin diesel 10 HP sehingga mampu mengangkut kelapa sawit dan hasil perkebunan lainnya dengan kapasitas sampai dengan 500 kg dan dengan konsumsi bahan bakar rata-rata 0,5 liter per jam. Fitur ini menjadikan Wintor sebagai alat angkut khusus yang memiliki performa tinggi namun irit bahan bakar.

“Dengan berbagai kelebihan yang dimilki, Wintor siap masuk di pasar internasional dengan membidik Malaysia sebagai negara dengan perkebunan kelapa sawit terluas kedua di dunia, setelah Indonesia,” imbuhnya.

Menurut Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan, meningkatnya kebutuhan sarana transportasi khususnya kendaraan bermotor, berperan penting dalam memacu tumbuh kembangnya industri otomotif di Indonesia. Pengembangan industri otomotif dinilai memiliki multiplier effect yang cukup luas.

“Di samping menciptakan aktivitas ekonomi pada kegiatan perakitan dan manufaktur komponen, juga menimbulkan kegiatan ekonomi pada sektor distribusi sampai pada aktivitas pelayanan purna jualnya,” ungkapnya.

Putu menyebutkan, potensi pasar otomotif di dalam negeri cukup besar dan memiliki kecenderungan terus meningkat setiap tahun, di mana total produksi kendaraan bermotor tahun 2016 mencapai 1,17 juta unit dan penjualan mencapai 1,06 juta unit.

Kemenperin juga mencatat, ekspor Mobil (CBU) pada periode Januari-Juni 2017 sebanyak 113.269 unit atau meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar 94.000 unit. Sedangkan, untuk ekspor motor periode Januari-Juni 2017 sebanyak 185.093 unit, atau naik dibandingkan periode yang sama tahun 2016 sebesar 143.992 unit.

“Kami berharap, Indonesia tidak hanya sebagai production base, namun juga sebagai export hub kendaraan khususnya alat angkut perkebunan di pasar regional ASEAN maupun global sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan penerimaan devisa negara,” tegas Putu. (kemenperin/TPP)