Festival Pulo Aceh 2017, Menpar: Underwater-nya Sudah World Class

0
135
Facebook@kemenpar

BANDA ACEH, presidentpost.id – Bagi Anda yang suka bahari, suka mengeksplore keindahan alam Aceh, sebaiknya langkahkan kaki ke Pulo Aceh. Sunset, indahnya warna gradasi laut, garis pantai yang melengkung dan memanjang, akan menjadi sajian khas di lokasi ini. Bagi yang penasaran, silakan ke Festival Pulo Aceh, 22-23 Juli mendatang. Di situ Anda bisa menikmati keindahan bahari sekaligus pesona budaya masyarakat setempat, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun setuju akan hal itu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Reza Fahlevi, menyebutkan, panorama bahari di gugusan Pulo Aceh sudah world class. Ragam kecantikan batu karang mulai dari yang berbentuk pepohonan sampai yang merupa meja, ada di sana.

Mau cari karang yang keras? Lembut meliuk-liuk bersama riak arus yang menggelombang? Juga ada di sana. Bahkan finger corral, yang tampilannya menyerupai jari-jemari manusia, juga ada di sana.

Biota lautnya juga banyak. Dari mulai ikan singa atau lionfish hingga ubur-ubur yang imut dan lucu, semua ada. Yang senang berselancar pun juga bisa merasakan tantangan ombak Pulo Aceh yang cukup baik.

“Karenanya kami coba create Festival Pulo Aceh. Ini perdana. Dan tema yang diangkat adalah “Explorasi Destinasi Pulo Aceh.” Tujuannya, mengangkat potensi bahari Pulo Aceh ke level dunia,” ungkap Kadispar Provinsi Nangroe Aceh Darussalam Reza Pahlevi, Kamis (20/7).

Agenda dalam festival ini pun dirancang sebagai bentuk antusiasme dan kepedulian terhadap pemeliharaan alam dan budaya setempat. Beberapa komunitas ikut dilibatkan. “Ada Yayasan Lamjabat, Sahabat Laut dan IPPELMAPA yang ikut kita gandeng,” kata Reza.

Komunitas hobi seperti sepeda, diving, memancing, foto dan lainnya, juga ikut dilibatkan. Bahkan pegiat sosial media juga ikut digandeng. Semua akan digiring memviralkan kegiatan tersebut lewat hashtag #PesonaPuloAceh ke dunia maya.

Penyelenggaraan Festival Pulo Aceh 2017, sambung Reza, tidak hanya untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi kekayaan alam dan budaya Pulo Aceh, tapi juga membuka keterisolasian daerah dari berbagai keterbatasan sarana dan prasarana.

“Ini sekaligus untuk membangun semangat masyarakat lokal untuk memiliki jiwa wirausaha “entrepreneurship” dan ramah “hospitality” sebagai tuan rumah yang baik dalam menyambut dan melayani wisatawan,” sambungnya.

Reza menjamin, akan ada banyak keseruan yang bisa dinikmati di Festival Pulo Aceh. Dari mulai pemutaran film, pentas seni dan budaya, Pulo Aceh Photo Hunting, camping, permainan rakyat “Ceria Bersama Anak Pulo”, fun bike, jet ski & fun dive, paramotor show, lomba mancing, pameran/bazaar, sosialisasi Sapta Pesona, aksi bersih pantai dan penanaman pohon, semuanya bisa dinikmati traveller sambil menikmati pinggiran pasir berwarna kream, batu karang, serta kelapa dan cemara laut yang memagari bibir pantai. “Silakan datang ke Pulo Aceh, 22-23 Juli 2017. Lokasinya tidak jauh dari Kota Banda Aceh. Sangat strategis. Dan pesona alamnya, dijamin bisa membuat jatuh cinta,” ungkap Reza.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga seirama. Kekayaan potensi wisata bahari di Aceh, menurutnya, memang sangat oke. Panoramanya diyakini bisa menghipnotis para wisatawan domestik dan internasional.

“Para wisatawan akan menyaksikan aquarium raksasa yang dihuni jutaan biota laut. Underwater-nya sudah world class. Itu tempat ideal untuk diving dan snorkeling,” kata Menpar.

Kebetulan, Presiden Joko Widodo sudah menempatkan pariwisata dan maritim menjadi sektor prioritas. Selain pangan, energi dan infrastruktur. “Ini sekaligus membuka jalan untuk Sail Sabang 2017. Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui,” kata Menpar Arief Yahya. (kemenpar/TPP)