Menanti Tol Serang-Panimbang Jadi, Jakarta-Tanjung Lesung Cukup 3 Jam

0
742
Tol Serang Panimbang

SERANG, presidentpost.id – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung telah diresmikan Presiden Jokowi pada Februari 2015, pada peresmian tersebut Presiden menyatakan akan membangunkan tol Serang-Panimbang guna mempersingkat waktu tempuh menuju destinasi wisata Tanjung Lesung.

Saat ini Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) ambil bagian dari rencana besar pemerintah yakni upaya percepatan realisasi infrastruktur penunjang destinasi wisata di Banten Selatan tersebut.

Ketua Tim Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo mengatakan, keberadaan ruas tol itu jadi kunci bagi berkembangnya Kawasan Ekonomi Khusus tersebut yang mengusung sektor pariwisata.

“Potensi KEK Tanjung Lesung bisa terkoneksi dengan proyek tol Serang-Panimbang yang pada 2019 dijanjikan akan beroperasi,” tutur Wahyu dalam keterangannya, Selasa (6/6).

Menurutnya, keberadaan tol Serang-Panimbang dan destinasi internasional tersebut harus sinergis. Wisatawan yang menuju kesana dari arah Jakarta bisa menghidupkan traffic ruas tol Serang-Panimbang yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2019. Sebaliknya, keberadaan ruas tol bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Tanjung Lesung yang selama ini masih terkendala waktu tempuh. Ruas tol sepanjang 83,9 kilometer itu bakal memangkas waktu tempuh dari Jakarta ke Tanjung Lesung.

“Paling tidak tiga jam bisa sampai ke sini, seperti Jakarta-Bandung,” ujar Wahyu.

Dia optimis, keberadaan tol Serang-Panimbang bisa membuat investor tertarik menanam modal di destinasi wisata internasional tersebut, sejalan dengan investment grade (kemudahan investasi). Selain itu, ruas tol juga bisa membuka terisolirnya daerah Banten Selatan.

“Intinya menurut saya, keberadaan tol Serang-Panimbang ini menjadi kunci,” kata Wahyu.

Tol Serang-Panimbang sendiri dipegang Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebagai penanggung jawab. Selain untuk akses menuju KEK Tanjung Lesung dan Taman Nasional Ujung Kulon, keberadaan ruas tol nilai investasi mencapai Rp 11,3triliun itu diharapkan bisa mengurangi biaya logistik pengiriman barang dari kawasan industri di Pandeglang ke pelabuhan di Jakarta dan sebaliknya.(RML/JTU/TPP)