Literasi Keuangan Memastikan Keberlangsungan Pendidikan Lebih Baik

0
329

JAKARTA, presidentpost.id – “Menabung bukanlah sekedar kegiatan menyisihkan sejumlah uang, tetapi sebenarnya merupakan upaya untuk menumbuhkan dan memelihara harapan hidup!”, demikian tegas konsultan keuangan Ligwina Hananto dan penggagas gerakan “Menjadi Jagoan Finansial” dalam sesi Janji Publik yang diselenggarakan oleh Pesta Pendidikan (PeKan) jaringan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, yang hari ini menggelar puncak acara Festival Publik di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan fX Sudirman Jakarta.

Ligwina mengaku mengutip kalimat tersebut dari Muhammad Rif’an, seorang guru Madrasah Tsanawiyah Miftahul Ulum di Lampung Utara. Ligwina meneruskan, “Bayangkan jika seorang guru mengajar sekelompok murid yang tidak memiliki mimpi atau cita-cita, maka mereka pun tidak punya alasan untuk memelihara semangat dan menjadikan dirinya motor bagi keberhasilan di masa depan.”

Guamma Project dan Heka Leka (gerakan peduli pendidikan anak Maluku) pun menelurkan gerakan “Menjadi Jagoan Finansial” yang pada intinya melatih guru untuk dapat menyusun program literasi finansial bagi murid-muridnya, dengan target terdekat sebanyak 125 guru dari 25 sekolah. “Literasi keuangan di lingkungan pendidikan belum banyak diperhatikan, sehingga gagasan kami menjadi terobosan yang begitu inovatif dan berpotensi menghasilkan dampak besar,” imbuh Ligwina.

Sejumlah pihak yang bergiat dalam PeKan pun menyambung baik inisiatif ini, seperti CIMB Niaga yang bertekad mewujudkan dukungan bagi anak untuk mewujudkan mimpi. “Biaya sekolah merupakan tantangan utama bagi orang tua dan anak dalam mencapai cita-cita. Sejak tahun 2011 CIMB Niaga menyelenggarakan gerakan ‘Ayo Nabung dan Berbagi’ yang berisi edukasi tentang literasi keuangan, apa itu uang, bagaimana kita menabung lewat games dan melalui cara-cara unik lainnya.” jelas Slamet Sudijono, Head of Marketing and Brand Communication CIMB Niaga. Terkait komitmen ini, CIMB Niaga berniat mengolaborasikan sedikitnya 40 sekolah yang telah menjadi binaan perusahaan.

PeKan pun berhasil menjadi social market place dengan menghimpun dukungan seperti kampanye advokasi publik melalui promosi konten-konten kesadaran keuangan oleh Mugi Rekso Abadi (MRA) Media Group. “Kami akan memastikan bahwa pesan-pesan bagi publik ini dapat penetrasi lebih cepat melalui saluran-saluran digital kami,” tutur Michael Tampi Head of Digital Strategy MRA Group.

Dian Suratri, guru Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 17 Bekasi mengatakan, “Banyak sekolah tidak memperoleh dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sehingga mereka pun kesulitan membayar tagihan listrik. Pelatihan tentang manajemen keuangan sekolah seperti yang mungkin bisa dilakukan melalui gerakan ini akan sangat bermanfaat bagi manajemen pengelola sekolah seperti saya, supaya kami tidak tergantung pada dana BOS atau tunjangan.”

Hal senada disampaikan oleh Ulfa Hasibuan, seorang tenaga pendidik yang sebentar lagi akan ditugaskan di wilayah Ternate. “Saya ingin mengimplementasikan pengetahuan yang saya terima dari forum ini di daerah-daerah tertinggal, terdepan, terluar (3T),” janjinya.

Para pembuat konten seperti peace.co.id dan replay.id pun menunjukkan dukungannya secara terbuka dengan membantu membuatkan web, aplikasi atau board game untuk mendukung keberhasilan gerakan “Menjadi Jagoan Finansial”. Sementara Agus Rachmanto dari Penerbit Literati juga mengemukakan minatnya untuk menerbitkan buku buku terkait tips Menjadi Jagoan Finansial.

Cerdas Digital, Menjadi Jagoan Finansial dan Bantu Guru Belajar Lagi menjadi tiga inisiatif yang diambil sebagai prioritas yang dianggap paling relevan dengan perkembangan situasi pendidikan saat ini untuk membantu meningkatkan akses dan kualitas kegiatan belajar-mengajar, serta hasil keluaran pembelajaran.

Sesi ini menyisakan pesan bahwa berbagai masalah pendidkan dapat dipecahkan secara lebih cepat jika semua pihak bekerjasama secara barengan. (siaran pers)