Janji Publik dalam Pesta Pendidikan untuk Dorong Kecerdasan Masyarakat Soal Digital

0
363

JAKARTA, presidentpost.id –  21 Mei 2017, Pesta Pendidikan (PeKan), jaringan berbagai pemangku kepentingan pendidikan, yang menggelar puncak acara Festival Publik di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan fX Sudirman Jakarta, menghasilkan satu tekad untuk mendorong literasi masyarakat terkait komunikasi digital melalui gerakan “Cerdas Digital”.

Ramya Prajna, penggagas “Cerdas Digital” yang juga adalah pendiri Think.Web menjelaskan bahwa saat ini terdapat kesenjangan pemahaman dan penguasaan alat-alat digital antara orang tua dan guru dengan anak dan murid, karena pada dasarnya anak adalah digital native sementara orang tua adalah digital immigrant. “Oleh sebab itu, untuk mewujudkan masyarakat yang melek digital dan mampu memanfaatkan potensi digital secara positif maka anak, guru dan orang tua sama-sama perlu diedukasi baik di lingkungan sekolah maupun di rumah”, ujarnya

Ramya menambahkan bahwa hidup di abad 21 berarti belajar dan bekerja dengan semakin terbuka secara lintas batas. Arus informasi menjadi demikian deras dan pertukaran pesan pun kini sangat intens. Sementara keluarga dan masyarakat belum mencapai tingkat kematangan dalam hal konsumsi dan produksi informasi, sehingga masih belum bijak dalam memilah dan memproses informasi, apalagi untuk menjadikannya referensi untuk pengambilan keputusan yang terbaik.

“Secara umum, generasi orang tua adalah yang paling merasa kesulitan untuk menilai apakah suatu berita adalah valid atau tidak. Sehingga generasi orang tua-lah yang paling rentan terpapar oleh hoax. Sementara itu, semakin besar kesenjangan pengetahuan di antara mereka, membuat orang tua makin tidak percaya diri ketika berdiskusi tentang hal-hal terkini bersama anak,” tambahnya.

Ramya juga mengatakan bahwa pesan-pesan yang merujuk pada paham radikalisme, kampanye politik secara negatif, pornografi dan sebagainya juga sangat mudah menyebarluas melalui jejaring sosial digital sehingga kebijaksanaan dalam penggunaan media ini amatlah penting.

Cerdas Digital digagas Ramya dengan cara mengembangkan kurikulum, program, serta alat bantu untuk membangun kecerdasan digital anak, guru dan orang tua. Beberapa inisiatifnya adalah kegiatan 1 Jam Cerdas Digital di Sekolah dan di Rumah seperti diskusi terbuka mengenaik hal baik dan buruk dari teknologi digital untuk memahami resiko dan ancaman yang ada serta membuat kesepakatan bersama dalam penggunaan gawai. Sementara di lingkungan keluarga.

Sebagai salah satu upaya untuk memperluas cakupan dan manfaatnya, Cerdas Digital akan mengembangkan kegiatannya melalui program pilot di 160 sekolah yang tersebar di 5 kota yang dipertimbangkan memiliki penetrasi internet tinggi, memiliki aset gawai warganya secara signifikan dan merupakan kota yang memecahkan masalah pendidikannya dengan bantuan teknologi. Sebagai penguatan kapasitas para pihak dan untuk memastikan keberlangsungannya, Cerdas Digital menyelenggarakan program pelatihan bagi pelatih (training of trainers).

Secara unik, para pihak yang terlibat dalam PeKan memberi janji dan mengungkapkan tekadnya untuk mendukung aspirasi tersebut. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Ari Santoso menegaskan dukungannya, “Sangat potensial untuk mengaitkan inisiatif ini dengan program sosialisasi internet positif ke sekolah-sekolah yang telah dijalankan oleh Kemdikbud. Kami dapat membantu menyediakan sumber daya dalam bentuk konten terkait pendidikan serta mengoordinasikan program Cerdas Digital dengan satuan-satuan pendidikan di bawah Kemdikbud.” Di samping itu, Ari juga mengatakan bahwa pihaknya dapat berkontribusi terhadap penyediaan fasilitator pelatihan dalam jumlah yang lebih banyak.

Sementara, Ronny Pramaditia perwakilan Medco Foundation mengatakan siap mendukung pilot program Cerdas Digital di Indonesia bagian timur, selaras dengan intensitas kegiatan korporasi di wilayah tersebut. “Kami percaya bahwa pemanfaatan teknologi dan platform digital merupakan salah satu solusi bagi pendidikan di timur Indonesia,” cetusnya penuh semangat.

Salah seorang pegiat pendidikan kreatif terkemuka dan pendiri Hello Motion, Wahyu Aditya, mengungkapkan ketertarikannya terhadap upaya untuk memberantas buta visual. “Hello Motion siap membantu kampanye visual untuk Cerdas Digital, salah satunya dengan membuat berbagai klip video secara kolaboratif untuk disebarluaskan melalui saluran YouTube.”

Business Manager Kelompok Kompas Gramedia, Devy Situmorang, menyambut baik inisiatif ini, “Kelompok Kompas Gramedia memiliki konten pendidikan yang begitu kaya dan dapat dimanfaatkan secara luas. Sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai baik – yang tidak hanya bisa diajarkan, namun juga harus dirasakan – sebagai warisan kepada generasi penerus.”

Kepala Sekolah salah satu sekolah menengah atas di kota Ambon, L. Ratuliu dan perwakilan komunitas Visual Cerdas Indonesia, Inda Ariesta mengakui bahwa sekolah perlu terbuka dengan perkembangan digital. “Hal tersebut dapat dimulai secara sederhana dengan membuat web sekolah, kemudian melakukan penilaian murid secara digital sembari terus melibatkan orang tua dalam kegiatan-kegiatan digital.” Mereka pun siap menjadikan sekolahnya sebagai sekolah pilot bagi implementasi program Cerdas Digital.

Visualcerdasindonesia.com dan Kelas Muda Digital (Kemudi), dua komunitas yang juga bergiat di PeKan berkomitmen untuk menyediakan lebih banyak materi pembelajaran siap pakai yang mudah diunduh dan berkolaborasi dalam sosialisasi tentang keamanan anak-anak di ranah digital. Sedangkan, Replay ID berkontribusi membuat board game sebagai media belajar dan untuk memperkuat kegiatan Cerdas Digital.

Berbagai janji dan tekad tersebut membuktikan bahwa jika masyarakat berdaya dan bergerak secara barengan, maka lebih banyak persoalan pendidikan dapat dipecahkan. (siaran pers)