Tanda Tangani Perjanjian, Induk UMKM Indonesia Siap Pasarkan Produk di China

0
496

JAKARTA, presidentpost.id – Induk UMKM Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama dengan Rikananta China Trade International Limited, bertempatan di Restoran Bengawan Solo, Hotel Grand Sahid Jumat (19/5).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Pembina Induk UMKM Indonesia Samsul Hadi, Ketua Umum Induk UMKM Indonesia Drs. Hariadi Saptadji, Anggota Dewan Pendiri Induk UMKM Indonesia Wayan Alit Antara, dan Direktur Rikananta Lin Guo Biao.

Dalam kesempatannya Samsul Hadi menyatakan bahwa Induk UMKM Indonesia akan bekerja sama dengan Induk UMKM Fujian, China. Dan dalam waktu dekat ini dia juga menyampaikan akan menindaklanjuti, mempromosikan serta membuat pameran di daerah Fujian.

Samsul Hadi mengatakan, “Untuk China kita akan memulai dari Fujian dulu, baru nanti kita akan ke provinsi-provinsi lain.”

“Jadi diharapkan dalam kerja sama ini bukan hanya kita yang import dari China, tapi kita juga memasarkan produk disana,” tambahnya.

Dengan adanya pendatanganan perjanjian tersebut Lin Guo Biao mengharapkan perusahaan di kedua negara dapat berdialog dan bekerja sama. Dia juga berharap kerja sama ini membawa kebaikan bagi kedua belah pihak dan membantu perkembangan negara Indonesia.

Beliau mengatakan, “Saya berharap semua rakyat miskin di kedua negara dapat meninggalkan kemiskinan dan menjadi makmur.”

Berdasarkan hal tersebut, Hariadi Saptadji menjelaskan bahwa ini merupakan suatu momentum yang baik bagi Indonesia, terutama bagi UKM Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari begitu pesatnya UMKM yang tumbuh dan berkembang di China.

Beliau juga menuturkan bahwa hal tersebut merupakan suatu model yang dapat ditiru oleh UMKM Indonesia guna mempercepat melepaskan diri dari kemiskinan.

Hariadi mengatakan, “China bisa dalam 30 tahun membebaskan 600 juta rakyatnya dari kemiskinan, masa Indonesia tidak bisa.”

Untuk langkah awal dari bentuk kerja sama ini Hariadi memaparkan, kedepannya akan ada saling tukar promosi melihat apa yang dibutuhkan, juga apa yang dapat dijual ke China.

Beliau juga menargetkan dalam 2-3 tahun kedepan akan terlihat hasil dari kerja sama ini.

Beliau mengatakan, “Saya rasa ini harus continuous, UMKM Indonesia ini peluangnya besar sekali, namun perlu juga dibantu dengan alat-alat produksi yang memadai.”

“Mungkin dalam hal ini dari China banyak sumber-sumber peralatan produksi yang bisa dimanfaatkan, dan hasilnya bisa dijual ke China nanti,” tutupnya. (FAM/TPP)