Gubernur Jateng Adakan Road Show untuk Serap Aspirasi Masyarakat Kendal

0
247

KENDAL, presidentpost.id – Gubernur Jawa tengah Ganjar Pranowo, SH, MIP didampingi Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si dan pejabat OPD baik dari Pemprov Jateng maupun Pemkab Kendal menggelar kegiatan peyerapan aspirasi masyarakat dalam ” Ngopi Bareng Gubernur Bersama Masyarakat Kabupaten Kendal Dan Sosialisasi Wirausaha Melalui Kredit Bank Jateng “, Selasa (16/5) di Lapangan Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo, di lereng Gunung Prahu.

Kegiatan dalam rangka Road Show Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke beberapa Kabupaten dan kota Se Jawa tengah tersebut berlangsung dengan meriah lantaran dihadiri berbagai elemen masyarakat diantaranya direktur Bank Jateng pelaku UMKM, sukarelawan bencana, tokoh masyarakat, tokoh agama, guru, seniman, SAR, PMI, TKSK dan masyarakat umum di Kabupaten Kendal terutama wilayah Kendal atas, Sukorejo dan sekitarnya.

Mas Ganjar, sapaannya, dengan terbuka menjadi ajang curhat menanggapi setiap aduan dari berbagai Komunitas yang hadir.Sebelumnya Ganjar mengungkapkan kegiatan melihat dari dekat apa yang telah dikerjakan Pemprov maupun Pemkagb Kendal bersama Bupati Kendal sekaligus soialisasi kredit Mitra Bank Jateng untuk masyarakat pelaku usaha. Dalam safarai kunjungannya Ganjar mengungkapkan banyaknya pertanyaan soal infrastruktur terutama perbaikan jalan yang rusak di desa-desa di Kabupaten Kendal.

” Ada harapan dari masyarakat bagaimana melakukan pembangunan di tingkat desa. Namun permasalahannya, berkali-kali disosialisasikan, masih banyak yang belum tahu soal APBDes dan sumbernya dari mana, dipakai belanja apa saja dan apakah belanjanya sudah sesuai dengan yang dikehendaki masyarakat. dan ternyata tidak mudah untuk menyampaikan itu. namun saya berterimakasih minimal banyak komunikasi yang mulai berubah. Infromasi penggunaan Dana Desa makin terbuka dan masyarakat desa makin mengerti, aspirasi masuk serta pembangunan desa sesuai kehendak yang diinginkan masyarakat” ungkap Ganjar.

Ganjar menyampaikan apresiasinya pada relawan yang beberapa waktu lalu membantu revitalisasi pasca bencana tanah longsor di Dukuh Kenjuran. Dan hal tersebut menurut Ganjar, menunjukkan apa yang ada pada masyarakat desa dan dikelola desa butuh kepedulian.

” Saya pengin potensi yang ada di desa masing-masing bisa dikembangkan. Tadi di sepanjang jalan saya disuguhi tanaman jambu dan penjual jambu di pinggir jalan menuju Desa Purwosari. Potensi tersebut harus dikembangkan,” ujar Ganjar.

Pengembangan potensi desa atau milik warga desa menurut Gubernur Mas ganjar,  perlu dikembangkan dengan dikelola secara profesional dengan pembinaan dan bantuan permodalan, namun pelaku usaha tersebut juga harus kreatif dan inovatif bagaimana produknya berkualitas dan laku di pasaran dengan antara lain memenfaatkan media sosial dalam salah satu strategi pemasarannya.

Di sisi lain ganjar juga mengungkapkan pelaku usaha bisa menentukan harga supaya tidak dipermainkan dengan membentuk koperasi sehingga bisa mempunyai posisi tawar harga yang kuat.

Khusus untuk petani sayur mayur, Ganjar mengungkapkan teknologi ozon untuk menyimpan sayuran yang diciptakan bersama mahasiswa dari Undip Semarang.

Gubernur Jawa Tengah tersebut pada kesempatan ngopi bareng gubernur tersebut meminta masyarakat bisa menyampaikan uneg – uneg dan mengobrol santai dengan gubernur dan Bupati Kendal.

Salah satu peternak ayam dalam obrolan santai tersebut menyampiakan sedang mengusahakan ternak ayam jowo super yang merupakan persilangan dari ayam bangkok dan ayam negeri (broiler). Daging serasa ayam kampung namun cepat berkembangbiak seperti ayam broiler dan tubuh tinggi tegap.

Seorang pelaku usaha kopi asli Kendal menayakan pada Gubernur Ganjar mengapa usaha kopinya masih kurang dikenal padahal berbagai sah telah dilakukan termasuk mengarang buku tentang jenis kopi yang dijualnya. Ganjar meminta supaya yang bersangkutan memanfaatkan media sosial supaya kopinya lebih dikenal.

Warga masyarakat lain umumnya bertanya soal pembangunan infrastruktur jalan. Dan yang menarik ada seorang warga kabupaten tenagga yang mengungkapkan bahwa Desa Purwosari Kecamatan Sukorejo pada tahun 1947 pernah menjadi ibu kota Kabupaten Kendal sewaktu Kendal dibom Belanda. (kendalkab)