Dulu Tandus, Jababeka Yang Peduli ‘Hijau’ Diapresiasi Wagub Jabar

0
353

CIKARANG, presidentpost.id – Puncak acara “Jababeka Eco Week” telah berlangsung, Kamis (27/4), di Senior Living D’Khayangan, Kota Jababeka, Cikarang.

PT Jababeka Infrastruktur sukses melaksanakan pekan acara ‘hijau’ nya yang berlangsung sejak 20-27 April 2017. Acara yang bernama “Jababeka Eco Week” tersebut berhasil membantu masyarakat di Desa Pantai Bakti melalui penanaman mangrove, dan mengenalkan pentingnya pelestarian lingkungan hidup kepada masyarakat Cikarang melalui perlombaan serta seminar selama 2 hari.

Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dalam sambutannya mengatakan bahwa 2 tahun yang lalu di daerah Karawang ditanam mangrove, dimana sekarang telah menjadi hutan mangrove sepanjang 4 km. Dan hebatnya mereka sudah bisa panen kepiting dari sana.

“Di daerah Karangsong juga ditanami 17 jenis tanaman mangrove, dan masyarakatnya bisa menghasilkan 20-25 produk olahan dari mangrove seperti kecap, sirup, pecel dan kerupuk,” ujarnya.

Deddy pun mengajak 3.000 perusahaan yang tersebar Cikarang-Karawang, untuk mengikuti program yang telah dicanangkan oleh Pemprov Jabar. Dengan dana Rp150 juta selama 2 tahun atau Rp75 juta pertahun untuk penghijauan mangrove seluas 10 hektar.

“Rp75 juta sangat kecil, tapi kita melindungi alam kita dari abrasi. Ratusan ribu masyarakat kita di Pantura memiliki alternatif untuk memberdayakan ekonominya, biota laut juga tumbuh dan berkembang disana,” jelasnya.

Deddy menyatakan, “Saya apresiasi kepada Jababeka untuk kegiatan Jababeka Eco Week 2017, dan saya berharap pengusaha-pengusaha yang hadir disini muncul kesadaran berpartisipasi.”

“Bersama-sama masyarakat, akademisi dan pemerintah bahu-membahu untuk menyelamatkan Jawa Barat, Pantura secara spesifik menjadikan Jawa Barat sejahtera,” tutupnya.

Sementara itu Presiden Direktur PT Jababeka Infrastruktur Tjahjadi Rahardja, dalam pidatonya mengatakan, “27 Tahun yang lalu, Kota Jababeka dulunya merupakan kawasan lahan tandus. Dimana dulunya merupakan industri pembuatan genteng yang tanahnya adalah tanah liat.”

“Waktu kami masuk sini, lahannya sudah tidak produktif untuk pertanian. Tetapi dalam perjalanannya kawasan kami menjadi ‘hijau’ dan kami terus mengedukasi bersama-sama tenant serta masyarakat untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup,” ujarnya.

Tjahjadi menambahkan bahwa acara “Eco Week” merupakan bentuk nyata dan komitmen dari Jababeka terhadap pelestarian lingkungan hidup.

“Tahun ini temanya adalah Connecting People to Nature, dengan tujuan memberikan pemahaman sejak dini dan juga menambah pengetahuan kepada generasi muda,” katanya.

Tjahjadi juga menambahkan bahwa Jababeka bersama tenant PT ICI Paint Indonesia, PT International Paint Indonesia, PT Nippon Indosari Tbk, PT Mattel Indonesia dan PT Yasulor Indonesia mencanangkan program penanaman 10.000 pohon mangrove di Desa Pantai Bakti, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

(Baca juga: Abrasi Mengkhawatirkan di Desa Pantai Bakti Bekasi, Jababeka Bersama Tenant Tanam 10.000 Mangrove)

Hadir dalam acara cinta lingkungan tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Beberapa pejabat dari Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan seperti Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Hilman Nugroho, Direktur Pemulihan Kerusakan Lahan Akses Terbuka Sulistiyowati, Direktur Kemitraan Lingkungan pada Ditjen PSKL Erna Rosdiana, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Anang Sudarna, Muspida Kabupaten Bekasi, Ketua PGRI Kabupaten Bekasi dan para pengusaha yang mewakili tenant.(Rachmat/TPP)

NO COMMENTS