Abrasi Mengkhawatirkan di Desa Pantai Bakti Bekasi, Jababeka Bersama Tenant Tanam 10.000 Mangrove

0
536

BEKASI, presidentpost.id – PT Jababeka Infrastruktur bersama beberapa tenant melaksanakan penanaman mangrove di Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Bekasi, Kamis (20/4). Penanaman mangrove tersebut merupakakan bagian dari acara “Jababeka Eco Week: Connecting People to Nature” yang akan dilaksanakan pada 25-27 April 2017 di Senior Living D’Khayangan, Cikarang Jababeka.

Penanaman mangrove tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Anang Sudarna, Lurah Desa Pantai Bakti H. Suwinta, Senior Manager Jababeka Infrastruktur Aris Dwi Cahyo dan beberapa perwakilan dari tenant seperti L’Oreal, Sari Roti, Mattel, ICI Paints, Showa dan masih banyak lainnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Anang Sudarna dalam wawancaranya mengatakan, “Ekosistem mangrove rusak karena manusia, yang menyebabkan terjadinya abrasi. Di Jawa Barat saja ekosistem mangrove sudah tinggal 1.400 hektar saja, padahal lebar pantainya kurang lebih 200km.”

Anang menjelaskan di Desa Pantai Bakti, lebar pantai 8km namun 3km nya sudah terkena abrasi. “Sekitar 100-200m daratan sepanjang 3km tersebut sudah hilang, ini perlu penanganan yang serius,” ujarnya.

Menurut Anang sejak 3 tahun yang lalu, Pemprov Jawa Barat sudah mencanangkan Jabar Masagi. Yaitu kerjasama Pemprov Jawa Barat bersama masyarakat, pengusaha dan perguruan tinggi untuk bergandengan tangan melalui dana CSR agar tercipta sinergi dan tidak jalan sendiri-sendiri.

“Kami mendorong Jababeka dan para tenantnya menjadi pelopor agar memulai penanaman di tepi pantai dan menyelamatkan daratan yang terkena abrasi tersebut,” ujarnya.

“Kalau bergotong-royong dengan hampir 2.000 tenantnya pasti tidaklah berat, pantai bekasi sepanjang 35km juga tidak semuanya mendesak terkena abrasi. Dan perusahaan yang memiliki kepedulian yang baik, perusahaan itu mendapat bonus sebenarnya, karena akan mendapatkan nilai positif di mata pemerintah dan juga pasar,” tutupnya.

Lurah Desa Pantai Bakti H. Suwinta menjelaskan, “50 rumah warga terpaksa mengungsi karena abrasi tersebut. Karena berkepanjangan, warga berinisiatif untuk membentuk kelompok untuk menanam mangrove.”

Suwinta menjelaskan saat ini sudah ada 11 kelompok dengan masing-masing 11 orang, dengan bantuan dari Jababeka dan para tenantnya.

“Untuk mangrove sudah saya Perdes kan, dipersilahkan menanam mangrove di daerah-daerah yang terkena abrasi,” ujarnya.

“Desa kami 4.700 hektar, sekarang 600 hektar terkena abrasi sejak 2014. Target kami 1.000 hektar akan ditanami mangrove,” tutupnya.

Sementara itu Senior Manager Jababeka Infrastruktur Aris Dwi Cahyo menyampaikan, “Acara hari ini merupakan rangkaian awal dari acara Jababeka Eco Week kami, karena kami ingin menunjukan bahwa Jababeka sangat peduli kepada lingkungan.”

“Selain program penanaman mangrove, kita juga ada program kerjasama untuk pengelolaan lingkungan.”

“Target kami 10.000 mangrove bisa ditanam bertahap, sebelumnya sudah kami tanam 1.000 dan acara tadi merupakan simbolis dengan 300 penanaman,” ujarnya.

Aris menekankan yang terpenting adalah berkesinambungan, karena mananam mangrove yang sulit adalah pemeliharaannya. “Menanam itu gampang, tapi pemeliharaan membutuhkan partisipasi masyarakat. Umur 2 tahun, mangrove sudah bisa dilepas,” tutupnya.

Jababeka Eco Week pada tanggal 25-27 April nanti menghadirkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar M.Sc, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Bupati Kabupaten Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Dr.Ir Anang Sudarna M.Sc., dan Presiden Komisaris PT Jababeka Tbk. S.D. Darmono.

Rangkaian acara berupa seminar, lomba fotografi, lomba daur ulang, lomba gambar dan mewarnai, pameran seni, penanaman pohon, penganugrahan pemenang, groundbreaking akan melengkapi event pekan lingkungan hidup yang pertama kali diselenggarakan oleh PT Jababeka Infrastruktur.(Rachmat/TPP)

NO COMMENTS