Pariwisata Diproyeksi Menjadi Penghasil Devisa Utama Tahun 2019, Kota Tua Kebut Revitalisasi

0
8397
Gubernur Basuki ketika hadir di Kota Tua (Foto: Yayat Sujatna)

JAKARTA, presidentpost.id – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak ingin revitalisasi Kota Tua diselesaikan dalam waktu yang lama. Ahok menargetkan revitalisasi tersebut selesai dalam waktu 5 tahun.

“Kita harap nggak sampai 5 tahun selesai. Kita enggak mau 20 tahun, 30 tahun,” ujar Ahok dalam acara diskusi ‘2017: Wajah Kota Tua yang Berubah’ di Gedung Museum Seni Rupa dan Keramik, Taman Sari, Jakarta Barat, Minggu (16/4).

Calon petahana dalam Pilkada DKI tahun ini tersebut menuturkan, Pemprov DKI mempercayakan sepenuhnya revitalisasi Kota Tua ke konsorsium pemenang proyek. Ia menilai, kerjasama antara Pemprov DKI dan konsorsium diyakini bisa mempercepat proses revitalisasi tersebut.

Lebih lanjut, Ahok menuturkan, selain merevitalisasi, pihaknya juga akan membangun sejumlah infrastruktur di sekitar Kota Tua. Dukungan infrastruktur lain itu dibangun untuk menunjang wasatawan domestik dan mancanegara ketika berwisata di Jakarta.

Sejumlah infrastruktur yang akan dibangun, yakni revitalisasi kali besar barat, jalur khusus menuju Kota Tua, revitalisasi museum bahari, dan kawasan cengkeh.

“Kalo tidak ada dukungan infrastruktur lain, ini tidak akan bisa jalan. Kami harus merapihkan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kemenpar Hiramsyah Sambudhy Thalib mengatakan, Kota Tua dan Pulau Seribu masuk ke dalam salah satu 10 kawasan destinasi pariwisata yang dikembangkan oleh pemerintah. Ia menilai, kontribusi pariwisata sangat berpengaruh bagi PDB pemerintah.

“Tahun 2015, sektor pariwisata penghasil devisa terbesar ke empat. Tahun 2019 diproyeksi nomor satu,” ujar Hiramsyah.

Berdasarkan data Kemenpar tahun 2015, ia berkata, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jakarta mencapai tiga juta orang. Jumlah itu hampir sekitar 70 persen dari jumlah wisman yang datang ke Indonesia tahun 2015.

Oleh karena itu, ia menilai, dengan adanya revitalisasi Kota Tua diharapkan mampu meningkatkan kujungan wisman ke Indonesia mempengaruhi perekonomian di Jakarta dan negara.

“Ada peluang besar menjadikan Jakarta sebagai salah satu destinasi utama, salah satunya Kota Tua,” ujarnya.

Selaku Managing Director Konsorsium Kota Tua Jakarta, Eddy Sambuaga mengatakan, “Nanti ada etalase anak muda yang jualan kaya di Instagram, seperti aksesoris, gelang, atau baju, ya anak muda lah.”

Eddy menerangkan, saat ini terdapat 13 proyek pengerjaan pengaktifan kembali bangunan. Pengaktifan itu termasuk gedung milik PT Kerta Niaga.

Pengaktifan gedung dilakukan agar gedung tidak kosong. Sehingga, kawasan pariwisata tersebut bisa aktif dikunjungi oleh masyarakat.

“Di dalam gedung mau jadi apa? Kalau rumah kosong kan lama-lama jadi rusak. Kalau diisi kan hidup. Kita untuk mengisi aktivitas di dalam gedung,” kata Eddy.(ist)