Menderita TB di Umur 20, Habibie Tegaskan Indonesia Bebas TB Tahun 2050 di Pameran TBGraphy Galeri Fatahillah

0
688

JAKARTA, presidentpost.id – Direktur Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) Indonesia, Kementerian Kesehatan RI bersama Dubes Amerika Serikat dan Presiden Indonesia yang ke-3, Prof. Dr.-Ing. H. Bacharuddin Jusuf Habibie mengadakan pameran foto yang bertajuk ‘Mengenal Tuberculosis Lewat Foto’ untuk memperingati hari Tubercolosis sedunia yang jatuh setiap tanggal 24 Maret di Galeri Fatahillah, Jakarta, Rabu (29/3).

Dalam sambutannya, Habibie bercerita bahwa beliau merupakan salah satu penderita TB atau di Indonesia dikenal dengan TBC ketika usianya 20 Tahun dan harus masuk sanatorium selama 1 tahun di daerah perbatasan Jerman-Austria.

“Saya yakin disini peran dari media, LSM-LSM, dan pemerintah, kita tidak membedakan, pokoknya kita merupakan suatu network yang harus bekerja sama. Tahun 2050 kita bebas TBC,” tutupnya.

Sementara Duta Besar Amerika Serikat, Joseph R Donovan Jr, dalam kesempatannya menjelaskan, di Indonesia setiap tahunnya tercatat ada 1 juta kasus TB dan sekitar 100 ribu kematian karena TB. Penyakit TB menjadi penyebab kematian nomor empat. Agar bisa mengurangi angka itu, kita perlu bersatu untuk memerangi TB.

“Pemerintah Amerika Serikat dan Program TB Nasional Pemerintah Indonesia, organisasi sipil dan pihak swasta bekerja sama untuk memberikan informasi kepada setiap penderita TB, menyembuhkan mereka yang memerlukan perawatan, mencegah penyebaran penyakit TB, dan bekerja sama untuk melawan penyakit tersebut,” ujarnya.

 

Kepala Subdirektorat Tuberkulosis Direktorat Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Dr Asik Surya MMPM menyampaikan, “Foto menyiratkan 1000 kata dan bahasa tentang pentingnya pencegahan dan bahaya serta apa TB itu”.

Pameran ini mengajak masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kesadaran tentang bahayanya penyakit mematikan dan melanjutkan kerja sama untuk melawan TB.

Pameran tersebut juga menampilkan foto-foto yang menceritakan pengalaman penderita TB dan tenaga kesehatan yang menangani TB di seluruh Indonesia. Ada juga foto teknologi yang bisa mendeteksi TB lebih cepat juga akurat serta foto yang menunjukkan proses diagnosis TB yang lama dan rumit.(Fakhri/TPP)