Jababeka Infrastruktur Gelar Pelatihan Kerajinan Koran Bekas Ke Desa Pasir Sari Cikarang

0
579

CIKARANG, presidentpost.id – PT Jababeka Infrastruktur kembali menggelar pelatihan kerajinan dengan bahan koran bekas kepada masyarakat Cikarang, kali ini di Desa Pasir Sari, Rabu (29/3).

Acara yang berlangsung pada 29 dan 30 Maret tersebut, dipimpin oleh Diane Dhamayanthi seorang Praktisi Pemberdayaan Masyarakat dan peraih penghargaan dari UNESCO.

Hadir dalam acara tersebut Camat Cikarang Selatan H. Enop Chan, Msi beserta Ibu, juga Kepala Desa Pasir Sari Lamjah Hertansyah. Diikuti oleh 30 peserta dari PKK dan ibu-ibu warga.

Menurut Diane, pelatihan tersebut mengajarkan bagaimana memanfaatkan limbah koran bekas menjadi kerajinan tangan seperti tempat tisu, keranjang buah atupun keranjang alat tulis.

“Harapannya agar para ibu-ibu tersebut dapat memiliki keterampilan tambahan yang mungkin bisa mengisi waktu dan juga menambah penghasilan,” ujarnya.

Sementara Camat Cikarang Selatan H. Enop Chan, Msi menyampaikan rasa senangnya atas kegiatan semacam ini. “Saya sangat senang sekali ada acara pelatihan ini, saya juga berharap agar acara ini dapat terus dilanjutkan dan hasilnya dapat dimanfaatkan untuk masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatannya Kepala Desa Pasir Sari Lamjah Hertansyah menyampaikan akan membawa hasil karya tersebut di acara pemilihan Desa terbaik tingkat nasional pada 4 April ini.

Diane juga menjelaskan mengenai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM MODESLAVIDI) yang merupakan Paket A,B & C setara SD, SMP & SMA yang mengajarkan keterampilan praktis. Saat ini PT Jababeka sudah bekerjasama dengan PKBM MODESLAVIDI, untuk membantu masyarakat sekitar kawasan agar dapat memiliki keterampilan dan berwirausaha.

Diane memang rutin berbakti hingga ada 13 Desa Binaan di Jababeka Cikarang. Di tempat ini juga Diane juga mengembangkan program Desa Literasi dan Vokasi melalui Taman Baca Masyarakat (TBM) agar anak-anak mau membaca.

Seluruh aktivitas tersebutlah yang membuatnya dilirik oleh UNESCO.

Organisasi dunia di bidang ini mengajaknya berbagi ilmu ke seluruh penjuru negeri. UNESCO memberi kontrak bagi Diane untuk membagi pengalamannya di Timor Leste, Singapura, Malaysia, Thailand, Korea, dan Cina. Namun bagi Diane, perjalanannya ke Kalimantan, Nunukan, adalah pengalaman yang paling berharga. (Rachmat/TPP)