Pontianak Pede Songsong Pesona Kulminasi Matahari

0
482

PONTIANAK – Even langka Pesona Kulminasi Matahari 21-23 Maret 2017 dipastikan akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Berbagai agenda acara menarik dipastikan siap menyapa wisatawan di Tugu Khatulistiwa. Begitu juga dengan kapal wisata dan komunitas kreatif.

Tahun ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terlihat lebih serius dalam menyiapkan rangkaian kegiatan menyaksikan fenomena alam alam yang langka. Inspirasinya datang dari keberhasilan Kementerian Pariwisata yang sukses menggarap Gerhana Matahari Total, beberapa waktu lalu. Saat itu, wisatawan dari berbagai penjuru dunia datang ke Indonesia tanpa menghitung akses maupun amenitas. Tidur di mana saja, bahkan di atas tenda juga dijalani, demi mengejar 3 menit gerhana matahari itu.

Even yang dikombinasikan dengan serentetan festival itu sukses. Semua hotel ludes. Wisnus dan wisman pun happy saat menyaksikan atraksi yang sudah diciptakan Tuhan itu. Saking hebohnya, #GMT2016 langsung menjadi trending topic dunia. Kesuksesan ini akhirnya menggiring PATA memberikan award marketing-primary government destination kepada Kementerian Pariwisata RI.

“Inspirasinya memang dari GMT 2016. Sekarang kan Pesona Kulminasi Matahari juga tak jauh beda. Di sini semua orang bisa menyaksikan detik-detik tanpa bayangan saat tengah hari di 21-23 Maret 2017. Komunitas kreatif dan kapal wisata akan kami kerahkan untuk memeriahkan event langka ini,” ungkap Kepala Disporapar Pontianak Syarif Saleh, Sabtu (18/3).

Pagelaran seni budaya, talkshow, lomba selfie hingga stand kuliner dipastikan siap menyambut wisatawan. Jadwal menyaksikan detik-detik tanpa bayangan juga sudah disusun dan di share ke publik, “Tanggal 21 kulminasi jatuh pukul 11.50, tanggal 22 jamnya sama. Tanggal 23, pukul 11.49. Yang penasaran, silakan datang ke Pontianak,” jelasnya.

Jangan takut kesulitan menembus lokasi. Bagi pengunjung dari Pontianak Kota, Tenggara, Selatan dan Barat, tahun ini aksesnya akan makin mudah. Selain jalur darat, ada kapal wisata yang bisa dipergunakan untuk mencapai Tugu Khatulistiwa. Jalurnya disiapkan dari Alun-alun Kapuas. Bahkan, selama penyelenggaraan event, akan ada satu kapal sandar di dermaga alun kota yang berangkat tiga kali dalam satu hari.

“Jam 08.00 kemudian disusul jam 10.00. Setelah itu disambung yang sore. Karena ada banyak acara di tugu, jadi mungkin terbagi tiga jam jadwalnya.Harganya masih negosiasi. Kami upayakan minimal Rp 7.500 sekali jalan ke sana,” timpal Widia Jatiningrum, penanggung jawab Khatulistiwa Park.

Event langka itu kontan mengundang perhatian Menpar Arief Yahya. Menteri asal Banyuwangi itu menyebut, event ini seharusnya dipromosikan dengan baik, agar banyak didatangi wisatawan. “Di pariwisata, event-event langka seperti kulminasi matahari ini bisa menjadi salah satu atraksi untuk wisatawan khusus. Dan kita sudah membuktikan kehebohannya saat Gerhana Matahari Total 2016,” jelas pria yang dibesarkan dari kampung di Banyuwangi itu. (kemenpar)