Ketika Advisor CSR Jababeka Diane Dhamayanthi Bertemu Gubernur Aher

0
443

BANDUNG, presidentpost.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) mengadakan acara “Peresmian Bersama Proyek-proyek CSR Jabar” di Intercontinental Hotel, Dago Bandung, Selasa (14/3). Pada acara tersebut, hadir Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

Acara peresmian CSR Jabar tahun 2016 merupakan acara yang ke-6 kalinya diadakan oleh Pemprov Jabar, dimana pada perhelatan kali ini diikuti oleh 102 perusahaan yang sekaligus menerima penghargaan dari Aher.

Acara peresmian tersebut dibarengi dengan penandatangan 117 prasasti yang memecahkan Rekor MURI sebagai penandatangan prasasti terbanyak secara serentak.

Dalam kunjungannya ke booth Kawasan Industri Jababeka, Aher menandatangani 2 prasasti disana untuk penyediaan air bersih dan pembangunan gedung sekolah. Dalam kesempatan tersebut, Advisor CSR PT Jababeka, Diane Dhamayanthi yang merupakan seorang Praktisi Pemberdayaan Masyarakat dan peraih penghargaan dari UNESCO bertemu Gubernur Aher.

Diane memberikan kenang-kenangan untuk Aher berupa tempat tisu yang terbuat dari koran bekas. Menurutnya, ternyata Aher sangat terkejut dan tidak menduga kalau tempat tisu tersebut terbuat dari koran bekas.

Aher pun bertanya siapa yang membuatnya, dan Diane menjelaskan Orang tua murid Paud lah yang diajarkan lalu menyebar ke masyarakat sekitar.

Diane juga menjelaskan mengenai Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM MODESLAVIDI) yang merupakan Paket A,B & C setara SD, SMP & SMA yang mengajarkan ketrampilan praktis. Saat ini PT Jababeka sudah bekerjasama dengan PKBM MODESLAVIDI, untuk membantu masyarakat sekitar kawasan agar dapat memiliki ketrampilan dan berwirausaha.

Pertemuan tersebut disambut baik oleh Aher dan diakhiri dengan foto bersama.

Diane memang rutin berbakti hingga ada 13 Desa Binaan di Jababeka Cikarang. Di tempat ini juga Diane juga mengembangkan program Desa Literasi dan Vokasi melalui Taman Baca Masyarakat (TBM) agar anak-anak mau membaca.

Seluruh aktivitas tersebutlah yang membuatnya dilirik oleh UNESCO.

Organisasi dunia di bidang ini mengajaknya berbagi ilmu ke seluruh penjuru negeri. UNESCO memberi kontrak bagi Diane untuk membagi pengalamannya di Timor Leste, Singapura, Malaysia, Thailand, Korea, dan Cina. Namun bagi Diane, perjalanannya ke Kalimantan, Nunukan, adalah pengalaman yang paling berharga. (reza/tpp)