‘Mari Berlayar’ Mempromosikan Berlayar Yang Fun dan Affordable di Festival Tanjung Lesung 2016

0
615

BANTEN, www.thepresidentpostindonesia.com –  Festival Pesona Bahari Tanjung Lesung, digelar mulai 18-20 November 2016. Komunitas ‘Mari Berlayar’ turut meramaikan Festival 3 hari tersebut. Berlayar dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat, namun harus memiliki akses ke kapal layar untuk bisa melakukannya.

mari-berlayar-tanjung-lesung-the-president-post5
Salah satu anggota ‘Mari Berlayar’ sedang menerangkan asiknya berlayar kepada Dadang Rizki Ratman. Deputi Kemenpar Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara
mari-berlayar-tanjung-lesung-the-president-post
Dadang Rizki Ratman. Deputi Kemenpar Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara turut mendukung komunitas ‘Mari Berlayar’

Nino Krisnan selaku perwakilan dari komunitas ‘Mari Berlayar’ mengatakan, “Tidak harus memiliki kapal layar untuk bisa berlayar, kita bisa bekerjasama dengan pemilik kapal layar supaya bisa berlayar.”

“Kami sudah melakukannya sejak 2012 dimulai di Teluk Jakarta dan Pulau Seribu. Kami terus melakukan kampanye ini agar semakin banyak kapal layar berbendera Indonesia yang terlibat dan lebih banyak masyarakat yang dapat berlayar,” ujarnya.

Nino menjelaskan bahwa berlayar belum menjadi gaya hidup di Indonesia. Jumlah kapal layar yang ada saat ini masih terbatas dan jumlah pelaut yang bisa mengoperasikan kapal layar juga masih terbatas. Namun nino menekankan bahwa animo masyarakat, terutama masyarakat Jakarta, sangat besar.

mari-berlayar-tanjung-lesung-the-president-post3

Nino pun menambahkan, “Semoga pemerintah bisa membuat aturan yang memudahkan berlayar rekreasi dari segi kapalnya, kepelautan, keselamatan berlayar, dan kelayakan kapal.”

Menurut  Nino, asosiasi yang menaungi kegiatan layar yang berada di bawah PORLASI lebih banyak arahnya untuk atlet pelatihannya, sedangkan berlayar tidak harus menjadi atlet namun bisa sekedar untuk hobi.

mari-berlayar-tanjung-lesung-the-president-post4

“Kalau negara yang sudah berkembang, mereka punya jenjang pendidikannya dilakukan oleh organisasi non profit yang diakui oleh pemerintahnya masing-masing,” ungkapnya.

Nino mengajak masyarakat untuk memulai berlayar dengan menggunakan kapal kecil terlebih dahulu, dengan panjang 4,5m dan menggunakan 2 layar.

Nino mengatakan, “Kapal kecil bisa dibuat sendiri bekerja sama dengan CMSI, tidak harus membeli. CMSI memiliki program membuat kapal layar sendiri, sehingga orang yang ingin berlayar tidak harus membeli.”

“Untuk nilai investasinya kami sedang menghitung, ada dua opsi yang kami tawarkan, membeli kapal atau ikut workshop dimana akan kami ajarkan bagaimana membikin kapal layar,” ujarnya.

Menurut Nino, saat ini memang masih banyak komponen yang masih impor dimana hal tersebut merupakan salah satu kendala karena industri perlengkapan layar belum ada di Indonesia. Sehingga barang impor menjadi mahal sekali, yang kecil saja bisa sekitar Rp1,5juta hingga Rp3juta.

“Kami terus mencari cara bagaimana konten lokal bisa ditingkatkan supaya harga lebih terjangkau,” tutupnya.

Beberapa acara yang akan meramaikan Festival Pesona Bahari Tanjung Lesung antara lain Photography Contest, Modern Jukung dan Joy Sailing, Launching Batik Cikadu dan Wonderful Banten, Seminar SDM Pariwisata, Kemah Wisata Pramuka dan Festival Bebegig, juga Festival Kuliner dan Handicraft. Akan ada pula lomba perahu jukung, jukung hias, dan lomba tarik tambang antar jukung.

Selain itu, di Festival Tanjung Lesung direncanakan juga turut diramaikan oleh perahu-perahu layar yang tergabung di Sail Regatta. Kegiatan festival dipastikan akan merembet ke daerah Citereup (Panimbang), Cipanon (Panimbang), Cikadu (Tanjung Lesung).

Festival Tanjung Lesung akan juga diisi oleh launching batik khas Banten yakni Batik Cipadu. Menurut Ki Sunda, semua kegiatan adalah kerja sama dari Pemerintah Banten, Kabupaten Pandeglang, PT Banten West Java, dan didukung oleh Kementerian Pariwisata.

Festival Tanjung Lesung merupakan salah satu dari tiga agenda wisata di Provinsi Banten yang digelar di akhir tahun 2016, yang mengangkat tema ‘Seven Wonderful Banten’. Dua agenda wisata lainnya adalah Banten Beach Festival dan Gebyar Wisata Banten.(tpp)