Industri Properti Wilayah Jakarta Timur Mulai Menggeliat

0
1274
Properti WIlayah Jakarta Timur

Pelaku industri properti saat ini dinilai masih terpusat pada Jakarta Selatan. Latar belakangnya memang jelas, karena kawasan ini memiliki koridor bisnis dan perkantoran yang cukup bergairah, infrastruktur memadai, fasilitas publik lengkap, serta pasokan residensial mumpuni.

Berdasarkan riset yang ada, Jakarta Selatan menjadi yang utama dari 10 besar wilayah pencarian utama properti. Riset dilakukan terhadap sekitar 2,2 juta pencari properti yang mengakses empat juta halaman tiap bulannya.

Secara berturut-turut, 10 besar wilayah pencarian utama properti dijual di Pulau Jawa adalah sebagai berikut:

  • Jakarta Selatan 11,81 persen
  • Bandung 9,79 persen
  • Tangerang 8,63 persen
  • Bekasi 7,55 persen
  • Jakarta Timur 6,80 persen
  • Jakarta Barat 6,10 persen
  • Bogor 5,55 persen
  • Surabaya 5,02 persen
  • Depok 4,14 persen
  • Tangerang Selatan 3,37 persen

Dari hasil riset diatas properti wilayah Jakarta Timur menempati posisi kelima menyaingi Jakarta Barat. Sementara nama Jakarta Pusat dan Jakarta Utara tidak masuk kedalam daftar.

Fakta ini membuktikan bahwasanya pergeseran investasi properti dari Jakarta Selatan bukanlah ke Utara maupun Pusat, melainkan ke arah kawasan Timur Jakarta. Sebabnya, pasokan lahan di Jakarta Timur masih memadai dan harga jual properti yang masih rendah dibanding area Selatan.

Menanggapi riset tersebut, Aris Syamsul, Direktur Operasional Apartemen Titanium-Aston Cijantung, memaparkan persentase pasokan properti di sektor apartemen di keempat wilayah Jakarta.

  • Jakarta Selatan 24 persen
  • Jakarta Barat 14 persen
  • Jakarta Utara 13 persen
  • Jakarta Timur 5,8 persen

Selisih 7,2 persen antara Jakarta Utara dan Jakarta Timur menunjukan jumlah kehadiran apartemen yang signifikan. Bagi Aris, minimnya ketersediaan di Timur layak dijadikan peluang berinvestasi mengingat area Jakarta lain yang telah mencapai kepadatan.

“Selatan saat ini sudah diramaikan oleh residensial rumah tapak maupun hunian vertikal di sekujur TB Simatupang. Nah, saat lokasi incaran ini telah penuh, mau tidak mau pencari properti harus bergeser sedikit ke kawasan lain yang lokasinya berdempetan dengan Jakarta Selatan, seperti Jakarta Timur.”

“Supply yang tidak seimbang dengan demand, menyebabkan harga properti di suatu wilayah menjadi tinggi. Di lain sisi, Jakarta Timur saat ini telah menyediakan pilihan sementara permintaan belum terlalu tinggi. Inilah yang memicu harga properti di sini masih sangat terjangkau,” menurutnya.

Bila dikaitkan dengan rumus berinvestasi properti Jakarta Timur dirasa telah memenuhi syarat. Contoh, bilangan Pasar Rebo yang dilingkupi lebih dari 90 perusahaan multinasional.

Artinya, area ini sudah tentu prospektif mengingat tenaga ahli maupun ekspatriat yang bekerja di perusahaan tersebut pasti membutuhkan tempat tinggal yang dekat.

“Instrumen investasi properti di sekitar area ini patut dipertimbangkan. Untuk tipe Studio saja, rental yield nya Rp3,5 juta hingga Rp4 juta. Kenaikan capital gain pun cukup menggiurkan yakni 12 – 13 persen per tahun.”

“Apalagi pangsa penyewa apartemen di Jakarta Timur bukan berasal dari kalangan mahasiswa, melainkan di level pekerja profesional maupun manajer,” tandasnya.

sumber : propertyreview.id