President Executive Club Membutuhkan 100 Data Center Untuk Riset Cepat dan Akurat

0
1237

President Executive Club (PEC) gencar memperluas jaringan guna mewujudkan ‘Club 300’ di 100 daerah di Indonesia. ‘Club 300’ berisikan akademisi, pengusaha dan pemerintah yang berkumpul untuk menyelesaikan permasalahan negeri secara konkrit.

PEC melakukan studi banding dengan mengunjungi data center TelkomSigma yang berada di Serpong, Kamis (14/7). Pada kunjungannya kali ini PEC diwakili oleh Executive Director Safrizal Akbar bersama direksi dan manajemen dari PT. Jasa Telekomunikasi Utama (Jast1). Adapun yang ikut menemani adalah Husni Thamrin selaku Direktur Utama, Moh. Khairiansyah selaku Marketing & Sales Director dan Eddy Sarwono selaku Head of Plan & Development.

Dalam kunjungannya kali ini, PEC mendapat penjelasan dari pihak TelkomSigma mengenai peran dan profesionalisme mereka dalam menjalankan usahanya. Sebagai perusahaan plat merah sejak 1987, TelkomSigma telah memperoleh banyak penghargaan. Salah satunya adalah Frost and Sullivan Excellence Awards for “Indonesia Data Center Service Provider of the Year” pada tahun 2014 lalu.

Saat ini TelkomSigma memiliki 3 data center yang terletak di Surabaya, Sentul dan Serpong. TelkomSigma telah memenuhi standard an sertifikasi seperti ISO 9001:2008, ISO 27001:2005, CMMI Level 3, Uptime Institute Tier III Design, BS OHSAS 18001:2007, BSI CSA STAR 2013, TVRA Audit, Green Certification Gold Rating oleh BGC dan terakhir SNI-1726-2002 (Standar Gempa).

Pada wawancara dengan The President Post, Safrizal mengatakan “PEC membutuhkan infrastruktur IT yang kuat di 100 kota di Indonesia, untuk mempermudah kami dalam mendapatkan data yang cepat dan akurat. Data tersebut nantinya akan dianalisa oleh universitas rekanan kami yang selanjutnya dijadikan materi pembahasan bersama ‘Club 300’ tersebut.”

“Begitu banyak permasalahan di negeri ini, kami yakin pemerintah membutuhkan masukan yang cepat dan akurat dari para akademisi serta pengusaha baik di daerah maupun pusat.”

“Harapannya sederhana, agar pemerintah bisa membuat kebijakan yang tepat sehingga para pengusaha bisa berusaha dengan mudah, mensejahterakan karyawannya, menciptakan lapangan pekerjaan baru dan terus berinovasi menciptakan pertumbuhan yang berkesinambungan” tutupnya.

President Executive Club didirikan di Jakarta pada 2009 oleh 11 Pendiri; SD Darmono, Arifin Panigoro, Boenjamin Setiawan, Ciputra, Eddie Lembong, Joe Kamdani, Juwono Sudarsono, Mochtar Riady, TP Rachmat, Trihatma K Haliman, Sukamdani Gitosardjono dengan penasihat; Jacob Oetama dan Edward Lee (Mantan Duta Besar Singapura) dan dihadiri oleh Wakil Presiden Budiono.(rws)