Potensi Tambahan Devisa Negara Dari Pertamina Melalui Ekspor Solar

0
784
Solar Pertamina

Pertamina berhasil mencapai swasembada solar per Mei 2016, keberhasilan tersebut tidak hanya mengurangi beban anggaran negara yang selama ini dikeluarkan untuk impor bahan bakar minyak (BBM) tersebut, tetapi juga berpotensi memberikan tambahan devisa negara melalui ekspor solar.

“Namun, surplus solar umumnya hanya temporer, masih ada potensi kebutuhan kita akan meningkat lagi,” ujar Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro, di Jakarta, Selasa (12/7).

Pencapaian Pertamina yang berhasil membukukan surplus produksi solar harus dipuji. Selama ini konsumen utama solar adalah sektor industri dan transportasi. Dengan berkembangnya infrastruktur gas, baik untuk industri dan transportasi, permintaan solar memang berpotensi turun.

“Namun, saya kira perkembangan infrastruktur tersebut bertahap. Daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan gas akan tetap menggunakan solar mengingat distribusi solar lebih fleksibel dibandingkan gas,” ungkapnya.

Komaidi mengatakan campur tangan pemerintah tentu harus memberikan jaminan bahwa solar yang sudah diproduksi bisa diserap, baik pasar dalam negeri maupun diekspor.

Bahkan, dinilainya, jika perlu komoditas energi itu bisa dibeli pemerintah untuk menjadi cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional mengingat harganya sedang murah.

“Pilihannya bisa dijadikan stok atau diekspor. Jika diekspor, hampir semua negara di Asia potensial. China, Korea Selatan, Jepang dan India merupakan daftar negara yang dapat menjadi prioritas,” ujarnya.(mmn)