Gaya Hidup Mahasiswa Genjot Penjualan Apartemen di Surabaya

0
31864
Apartemen di Surabaya

Adanya pergeseran gaya hidup mahasiswa Surabaya yang lebih memilih tinggal di apartemen daripada asrama atau kos-kosan dan rumah kontrakan ikut memengaruhi fenomena tersebut. Apartemen menurut mereka mampu menyediakan banyak fasilitas seperti gimnasium, kolam renang, pusat belanja, dan ruang belajar lebih nyaman.

Dikutip dari propertyreview.id, Colliers International Indonesia mencatat bahwa permintaan untuk apartemen di Surabaya menunjukkan sedikit peningkatan. Pasalnya beberapa proyek apartemen baru memberikan tekanan pada keseluruhan aktivitas penjualan dengan bertambahnya unit belum terjual di pasaran.

Kendati mendapat suplai tambahan sebanyak 2.872 unit, aktivitas penjualan apartemen di Surabaya selama semester I-2016 cenderung stabil bila dibandingkan semester II-2015. Kebanyakan transaksi yang ada datang dari proyek apartemen segmen menengah ke bawah dengan rentang harga mulai dari Rp 400 juta hingga Rp 650 juta per unitnya.

Penelitian Colliers membuktikan bahwa permintaan apartemen dari proyek-proyek yang sudah ada tetap di angka 97 persen, stagnan bila dibandingkan dengan semester II 2015.

Kemudian permintaan untuk apartemen yang sedang tahap pembangunan turun 2 persen ke angka 68,3 persen bila dibandingkan semester II-2015.

Colliers International Indonesia kemudian menyatakan ada beberapa faktor yang menentukan kinerja penjualan apartemen di Surabaya.”Sebagai contoh, proyek apartemen di dekat sarana pendidikan seperti universitas dan menyediakan unit-unit tipe studio adalah yang paling banyak terjual,” tulis Colliers.

Untuk meningkatkan daya beli, pengembang tak segan memberikan eksta insentif agar menarik pembeli potensial dengan skema cicilan lebih lama. Fasilitas cicilan yang diberikan pengembang bisa sampai 60 bulan, namun pada nyatanya pengembang bisa memberikan jangka waktu cicilan hingga 100 bulan lamanya.(awp)