Rektor Perbanas: Perbanas Institute Akan Penuhi Kebutuhan Ahli Perbankan di Indonesia

0
551
Perbanas Institute

ThePresidentPostIndonesia.com – Perbanas Institute merupakan sekolah Perbankan yang fokus mendidik para bankir dan calon bankir di semua aspek, seperti manajemen, perbankan, keuangan, dan informasi teknologi.

“Saat ini jumlah nasabah bank baru 30% dan dilayani oleh 32.000 kantor cabang diseluruh Indonesia. Jumlah ini masih terlalu kecil.” kata Rektor Kampus Perbanas Institute, Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo dalam wawancara eksklusif dengan The President Post.

Menurut Marsudi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan meluncurkan program untuk memperbanyak kantor cabang dan perluasan layanan perbankan. “Dengan adanya program ini, maka akan dibutuhkan lebih banyak banker dan ahli keuangan,’ ungkapnya.

Marsudi menyatakan, pada setiap tahun, 5000-6000 bankir pensiun dan juga dibutuhkan 8000 bankir dan ahli keuangan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan perbankan. “Perbanas Institute mempunyai peran untuk memenuhi kebutuhan profesional tersebut, walaupun kita baru dapat memenuhi sekitar 1500 profesional,” kata Marsudi.

“Lulusan Perbanas, waktu tunggu untuk mendapatkan pekerjaan hanya butuh 1 bulan, karena para lulusannya sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan ahli perbankan,” tambahnya.

Tantangan saat ini adalah sudah mulainya Masayarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Kalau tidak dijaga hati-hati, di sektor perbankan pun dapat diisi oleh tenaga ahli asing,” unggahnya.

Tentang Perbanas Institute

ABFI Institute Perbanas Jakarta didirikan secara resmi pada tanggal 19 Februari 1969 oleh Yayasan Pendidikan Perbanas (YPP) sebagai badan hukum. Kemudian, YPP mendirikan Akademi Ilmu Perbankan (AIP).

Dalam perkembangannya, AIP (Akademi Ilmu Perbankan) Perbanas kemudian berganti nama menjadi AAP (Akademi Akuntansi dan Perbankan). Hal ini dilakukan mengingat perkembangan kebutuhan atas staf akuntan dan perbankan yang semakin meningkat pada masa-masa tersebut.

AAP (Akademi Akuntansi Perbankan) kemudian dikembangkan menjadi STIE (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas) Jakarta. Perubahan menjadi STIE Perbanas dilakukan untuk merespons kebutuhan tenaga professional pada level managerial dalam bidang perbankan, akuntansi dan manajemen yang semakin tinggi pada periode 90-an. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang juga mengalami kemajuan yang pesat pada periode 90-an, mendorong Yayasan Pendidikan Perbanas untuk mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Informatika dan Komputer (STIMIK) Perbanas.

Yayasan Pendidikan Perbanas berketetapan hati untuk melakukan penggabungan STIE dan STIMIK Perbanas Jakarta untuk kemudian membentuk ABFI Institute Perbanas yang disahkan melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 209/D/O/2007 tentang penggabungan STIE dan STIMIK Perbanas menjadi Institut Keuangan Perbankan dan Informatika Asia tertanggal 23 Oktober 2007.