Bisnis . Event . Gaya Hidup . Headlines . Internasional . Nasional . TPP Indonesia . Siaran Pers

Berbagai Faktor Penyebab Kecelakaan Pesawat

Dalam dunia penerbangan keselamatan dan keamanan merupakan faktor yang paling diutamakan. Dunia penerbangan mengenal istilah “zero mistakes” atau kesalahan nol yang berarti tidak menolerir kesalahan sekecil apapun karena berbahaya bagi keselamatan dan keamanan banyak pihak.

Bagaimana dengan kecelakaan pesawat yang terjadi di Indonesia? Menurut Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon, frekuensi kecelakaan pesawat terbang niaga komersial Indonesia tertinggi di Asia atau rata-rata sembilan kali per tahun. Sedangkan di negara Asia lain, hanya 3-4 kali setahun.

Menurutnya, fakta ini menunjukkan, bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi dalam sistem keamanan transportasi pesawat terbang Indonesia. Upaya pembenahan juga perlu dilakukan terhadap sarana dan sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya. Rekrutmen SDM yang baik bisa mengurangi human error yang banyak menyebabkan kecelakaan pesawat di Indonesia.

Manajemen pesawat udara pun perlu peningkatan kualitas safety sebagai jaminan keamanan bagi penumpang. Sebagai negara kepulauan, industri penerbangan sangat vital bagi kemajuan ekonomi.

Adapun kecelakaan pesawat terbang selalu dihubungkan dengan tiga faktor penyebab, yaitu faktor manusia, faktor pesawat terbang (machine), dan faktor media antara lain cuaca. Menurut statistik faktor manusia mempunyai andil paling besar yaitu 66%; disusul faktor pesawat terbang 31.8% dan faktor cuaca 13.2%. Ketiga faktor penyebab tersebut biasanya tidak berdiri sendiri, melainkan bisa merupakan gabungan dari dua atau tiga faktor sekaligus.

Selain tiga faktor di atas, beberapa faktor lainnya adalah kesalahan control lalu lintas udara. Pilot mengandalkan pengendali lalu lintas udara, sebuah kesalahan kecil dapat menyebabkan tabrakan antara dua pesawat atau kesalahan lepas landas atau pendaratan.

Kemudian faktor pemeliharaan fasilitas pesawat dan lapangan terbang juga penting. Jika pesawat dan fasilitas bandara tidak dirawat atau diperbaiki secara baik maka dapat menimbulkan kecelakaan.

Hingga saat ini, infrastruktur sektor penerbangan masih jauh dari mencukupi. Sarana bandar udara yang tersedia banyak yang belum dapat memenuhi kebutuhan berbagai pesawat berbadan besar. Apalagi frekuensi penerbangan juga semakin meningkat. Dibutuhkan banyak perbaikan dalam segi infrastruktur bandar udara. Selain itu, fasilitas penunjang lainnya, terutama kesiapan dalam penanganan situasi darurat, perlu mendapat perhatian. Penanganan evakuasi korban kecelakaan secara cepat juga perlu ditingkatkan.

Banyak sekali hal yang harus dilakukan dalam memperbaiki sektor penerbangan di Indonesia. Pemerintah harus menjaga agar sektor ini dapat memberikan pelayanan yang layak dan mengutamakan keselamatan, di samping terus menjaga agar kompetisi yang telah tercipta dapat terus berjalan dengan baik. Transportasi udara merupakan salah satu transportasi utama yang dapat menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia di masa mendatang. Penerbangan yang murah, terjangkau, tapi juga nyaman dan aman harus menjadi tujuan pengembangan sektor penerbangan Indonesia.

Email
Redaksi : inggit[at]thepresidentpost.com
Informasi : sales[at]thepresidentpost.com
Pemasangan Iklan : ulfah[at]thepresidentpost.com

Comments are closed.