Bisnis . Event . Gaya Hidup . Headlines . Internasional . Nasional . TPP Indonesia . Siaran Pers

Posisi Indonesia dalam Pergeseran Kekuatan Ekonomi Global

TRANSFORMASI EKONOMI DUNIA  

Telah diramalkan bahwa dunia akan menghadapi suatu pergeseran kekuatan ekonomi global (Global Power Shift) dari Barat ke Timur. Tetapi di berbagai kalangan ramalan tersebut masih sangat diragukan. Bahkan ada yang menentangnya. Terutama mengenai ramalan akan terwujudnya Abad Asia (Asian Century).

Dalam kaitan ini ada baiknya untuk diperhatikan dan direnungkan kembali penjabaran Prof. Dr. Kishore Mahbubani (mantan diplomat) dari Singapura yang terurai secara mendalam dalam bukunya “The New Asian Hemisphere”. Suatu tulisan yang telah mendapat banyak pujian.

Dikatakan bahwa selama dua abad dalam sejarah dunia Asia hanya merupakan penonton saja (reacting defenselessly to the surges of Western commerce, thought and power. That era is over). Jadi Asia hanya merupakan penonton belaka dalam perkembangan dunia yang dikuasai oleh pihak Barat; tetapi selesailah era itu.

Kemudian ditekankan oleh Kishore bahwa Asia akan kembali ke pusat dunia (Center Stage) yang pernah ditempati oleh Asia selama 18 abad. Sebelum diduduki oleh Barat. Diakui oleh Mahbubani bahwa dunia barat telah merubah dunia. Tetapi Asia-pun akan mengadakan transformasi dunia yang memadai.

Menurut ilustrasi di bawah, Asia pernah kuat ekonominya dari tahun 1700 sampai sekitar 1800. Kemudian terus menurun sampai sekitar 1950. Tetapi diramalkan akan mulai menunjukkan garis yang menaik lagi sampai sekitar 2050.

Economic center of gravity is back to East

 

Perkembangan ekonomi dunia

Kalau diamati lebih jauh ada tiga espisode yang telah merupakan faktor-faktor yang telah memberikan tekanan-tekanan kuat dalam perkembangan politik-ekonomi dunia:

  • Terbentuknya era globalisasi yang mempunyai dampaknya yang luar biasa di dunia; dengan mengadakan berbagai perubahan secara besar-besaran dalam pola penghidupan masyarakat dunia;
  • Krisis finansial di Amerika Serikat; yang semula menyangkut masalah yang kecil (bidang perumahan) di AS; kemudian menjalar menjadi krisis keuangan di dunia;
  • Krisis keuangan Zona-Euro yang dimulai di Yunani yang dalam sekejap-mata mempunyai dampaknya yang jauh dan memperburuk  krisis keuangan dunia;

Serangkaian kejadian-kejadian ini menunjukan bahwa ekonomi global sedang mengalami masa yang bergejolak. Memberikan tanda yang semakin jelas bahwa kekuatan barat telah menurun. Sedangkan sebagian dari dunia timur terutama East Asia sedang maju dengan pesat.

ASIA:  Asia telah menunjukan kemampuannya untuk mencapai secara terus-menerus laju pertumbuhan yang tinggi. Dalam hal ini ada 3 negara yang telah memelopori high growth ini; yaitu China, India dan Indonesia.

Ketiga-tiganya memiliki SDM yang besar; ada untung-ruginya untuk memiliki SDM yang besar. Tantangannya ialah untuk secara terus-menerus diharuskan menurunkan jumlah kemiskinan serta untuk menaikan employment rate-nya.

Faktor yang meringankan ataupun menguntungkan ialah tumbuhnya golongan kelas menengah yang terus meningkat jumlahnya. Seperti halnya dengan Indonesia dewasa ini, kelas menengah ini yang mempunyai kewajibannya untuk membawa kemajuan dan proses modernisasi ekonomi yang positif. Suatu proses yang sangat vital; yang sedang terjadi secara spektakuler di China, diikuti oleh India.

Tantangan dan peluang

Disampaikan beberapa pendapat sementara sebagai berikut:

  • Sesuai dengan ramalan,  dewasa ini sudah semakin jelas bahwa proses peralihan kekuatan ekonomi global dari barat ke timur telah dimulai secara berangsur. Adanya global power shift sudah semakin nyata.
  • Telah diperkirakan pula bahwa negara-negara Asia yang akan terdorong untuk semakin maju kedepan. Diikuti oleh negara-negara berkembang lainnya dari Amerika Latin dan Timur Tengah.

  • Di Asia khususnya, China dan India yang menonjol. Tetapi banyak harapan yang ditujukan pula pada ASEAN; diharapkan ASEAN akan berhasil untuk mendirikan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada waktunya (2015).
  • Salah satu faktor penting di Asia ialah segi SDM (sumber daya manusia) yang sangat besar jumlahnya. Tetapi yang berusia muda – usia yang produktif;
    • Disamping itu telah tumbuh golongan kelas menengah yang berpendidikan dan sangat besar jumlahnya; kelas menengah ini yang diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan dan modernisasi negara-negara Asia;
    • Sumber daya alam Asia juga mencukupi yang belum dimanfaatkan selayaknya.

Seperti telah diramalkan secara luas, dewasa ini Indonesia memiliki kemampuan potensial untuk meraih tempat dari posisi ke-17 ke tempat ke-7 di dunia. Demikian pula Indonesia akan mengambil peranan penting pula dalam transformasi dunia. Berkenaan dengan itu, Indonesia harus menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang berat dan peluang yang indah. (A/S)

Email
Redaksi : inggit[at]thepresidentpost.com
Informasi : sales[at]thepresidentpost.com
Pemasangan Iklan : ulfah[at]thepresidentpost.com

Comments are closed.