Membangun Semangat Kewirausahaan dalam Kurikulum Pendidikan

Kewirausahaan sejak lama tidak terlalu diakui sebagai faktor yang menentukan masa depan perekonomian suatu negara, apalagi sebagai bagian dari komprehensif perkembangan strategi. Oleh karena itu tidak diragukan lagi bahwa siswa dari generasi sebelumnya cenderung memilih profesi ‘tradisional’ dan mengecilkan peluang menjadi wirausaha.

Tidak heran banyak orang Indonesia yang ‘tidak disengaja’ menjadi wirausaha, yang melakukan bisnis berdasarkan kebutuhan bukan dengan niat. Untungnya, beberapa dari mereka menjadi sangat sukses dan menjadi model inspirasi bagi orang lain. Kini para wirausahawan sukses ini juga telah bekerja sama dengan pemerintah, perusahaan swasta, dan bahkan LSM dengan tujuan untuk mendorong semangat kewirausahaan di kalangan pemangku kepentingan yang relevan.

Berdasarkan hal tersebut, Konferensi Pendidik Nasional 2012, dengan judul “Membangun Semangat Kewirausahaan di Indonesia”, diselenggarakan. Dua-hari Konferensi dan lokakarya selama dua hari tersebut diselenggarakan di Jakarta, 11-12 Desember, memberikan kesempatan bagi pendidik nasional di seluruh Indonesia untuk menanamkan roh kewirausahaan yang nantinya akan dipromosikan kepada siswa di seluruh Indonesia.

Untuk mengidentifikasi tantangan yang berkaitan dengan pembinaan kewirausahaan di sekolah-sekolah Indonesia, Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan melalui Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) mengembangkan sebuah buku panduan tentang pelaksanaan pendidikan kewirausahaan di sekolah dasar dan menengah. Puskurbuk mengindentifikasikan beberapa karakteristik atau ciri-ciri terkait dengan semangat kewirausahaan yang disesuaikan dengan jenjang pendidikan.

Pendidikan karakter telah ada di Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu dan pendidikan kewirausahaan harus dipandang sebagai bagian dari pembangunan karakter pendidikan (Pendidikan Karakter) yang berfokus pada sifat-sifat kewirausahaan. Oleh karena itu, Kemendikbud berusaha untuk memasukkan tema-tema dengan mempromosikan kreativitas, inovasi, kepemimpinan, perhitungan resiko, ketergantungan diri, antara lain karakteristik yang terkait dengan jiwa kewirausahaan.

Konferensi ini diselenggarakan oleh Sampoerna School of Education, Yayasan Mien R. Uno dan Bank Dunia. Pembicara yang terjadwal adalah tokoh masyarakat seperti Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof M. Nuh, Sandiaga Uno dari Saratoga Investama Sedaya dan Prof Paulina Panne, Dekan Sampoerna School of Education.

Comments are closed.