Bisnis . Event . Gaya Hidup . Headlines . Internasional . Nasional . TPP Indonesia . Siaran Pers

Investasi Emas Vs Pasar Modal

oleh Wawan Hendrayana- research & investment analyst www.infovesta.com

Emas menjadi investasi yang sangat menarik di tahun 2012 ini, sejak awal tahun  hingga 20 September 2012  harga emas per troy ounce  berada di harga USD 1784 naik signifikan sebesar 11.2% dibanding awal tahun yang sebesar USD 1598. Hal ini tentu saja membuat banyak investor menjadi tertarik untuk berinvestasi pada emas, Pertanyaanya bagaimana kinerja investasi di emas dalam jangka panjang dibandingkan instrumen investasi lain di Indonesia? Untuk menjawab pertanyaan ini di artikel kali ini penulis melakukan pengamatan terhadap kinerja jangka panjang terhadap beberapa instrumen yang dianggap mewakili investasi pasar modal di Indonesia.

Pada pengamatan kali ini penulis membandingkan investasi di emas dengan investasi di pasar saham serta pasar obligasi. Data harga yang dipergunakan hingga 20 September 2012 dengan 3 periode pengamatan yaitu 10 tahun, 5 tahun dan 3 tahun untuk memberikan gambaran jangka panjang maupun menengah terhadap kinerja masing-masing instrumen. Instrumen yang diukur adalah saham (diwakili oleh Indeks Harga Saham Gabungan), reksadana saham (diwakili indeks reksa dana saham), obligasi pemerintah (diwakili Infovesta Goverment Bond Index) dan reksa dana pendapatan tetap(diwakili Indeks Reksa Dana Pendapatan Tetap).

Kinerja yang diukur sendiri adalah kinerja imbal hasil yang disetahunkan (annualized return), risiko yang disetahunkan (annualized risk, menggunakan metode standar deviasi) serta imbal hasil setelah mempertimbangkan risiko (Risk Adjusted Return) untuk masing-masing periode. Selain itu penulis juga mengukur korelasi masing-masing instrumen dengan IHSG. Untuk annualized return semakin tinggi semakin baik, berkebalikan dengan annualized risk yang diharapkan rendah. Rasio Risk Adjusted Return didapatkan dengan membagi Annualized Return dengan Annualized Risk sehingga semakin tinggi rasionya semakin baik. Korelasi memperlihatkan hubungan pergerakan harga suatu instrumen terhadap IHSG, korelasi yang mendekati 100% artinya pergerakan instrumen searah, sedangkan korelasi yang mendekati 0 artinya pergerakan instrumen tersebut tidak terpengaruh oleh IHSG.

Instrumen :

IHSG

Emas

Reksadana

Saham

Obligasi

 Pemerintah

Reksadana Pendapatan Tetap

10 Tahun

Annualized Return

25.35%

21.27%

21.40%

17.85%

10.08%

Annualized Risk

24.16%

19.66%

23.45%

8.77%

3.33%

Risk Adjusted Return

1.05

1.08

0.91

2.03

3.02

Korelasi Dengan IHSG

 

7.26%

94.24%

17.27%

28.78%

5 Tahun

Annualized Return

23.85%

26.57%

18.25%

12.99%

11.48%

Annualized Risk

26.67%

22.46%

28.28%

7.97%

4.19%

Risk Adjusted Return

0.89

1.18

0.65

1.63

2.74

Korelasi Dengan IHSG

 

8.4%

98.4%

34.4%

36.3%

3 Tahun

Annualized Return

27.52%

34.81%

22.23%

15.99%

14.13%

Annualized Risk

27.68%

23.56%

29.96%

9.49%

4.99%

Risk Adjusted Return

0.99

1.48

0.74

1.69

2.83

Korelasi Dengan IHSG

 

8.46%

98.30%

38.71%

40.09%

Dari hasil pengamatan dapat dilihat bahwa dalam jangka panjang hingga 10 tahun, rata-rata imbal hasil tahunan di saham  sebesar 25.35% dan reksa dana saham sebesar 21.4%  lebih menguntungkan dari investasi di emas yang sebesar 21.27%,  sedangkan obligasi pemerintah memiliki kinerja rata-rata tahunan sebesar 17.85% disusul dengan reksa dana pendapatan tetap sebesar 10.08%,   namun dalam jangka yang lebih pendek yaitu 3 tahun tren yang terjadi justru sebaliknya seiring dengan kejatuhan bursa global akibat krisis kredit dan juga ketidakpastian ekonomi kinerja imbal hasil dari emas mampu mengungguli saham. Emas membukukan kinerja tahunan sebesar 34.81%, jauh diatas saham dan reksa dana saham yang masing-masing membukukan 27.52% dan 22.23%, sedangkan Obligasi pemerintah membukukan 16% dan reksa dana pendapatan tetap sebesar 14.13%.

Walaupun sempat kalah oleh saham pada periode 10 tahun ternyata risiko berinvestasi di emas lebih kecil dari pada investasi di saham maupun reksa dana saham. Risiko yang lebih kecil dari saham terlihat konsisten di 2 periode pengamatan yang ada, sehingga bila kita menghitung imbal hasil dengan mempertimbangkan faktor risiko maka investasi di emas memiliki rasio RAR (risk adjusted return) 10 tahun sebesar 1.08 yang lebih tinggi dari saham dan reksa dana saham yang amsing-masing sebesar 0.91, meskipun lebih baik dari saham dan reksadana saham namun RAR tersebut masih kalah dari obligasi dan reksa dana pendapatan tetap yang mencapai masing-maing 2.03 dan 3.02. Untuk periode 3 tahun terakhir emas menjadi lebih superior dalam kinerja risk & return dengan RAR mencapai 1.48, jauh diatas saham yang sebesar 0.99 namuan masih dibawah obligasi pemerintah sebesar 1.69.

Instrumen berbasis obligasi dan juga reksa dana pendapatan tetap memang terlihat memiliki imbal hasil konsisten dibawah saham maupun emas, namun memiliki risiko yang juga jauh lebih kecil, sehingga risk adjusted return yang diberikan jauh diatas instrumen saham ataupun emas. Bila investor memiliki target imbal hasil dibawah 12% pertahun maka instrumen berbasis obligasi menjadi jauh lebih menarik.

Hal yang menarik lainnya adalah faktor korelasi, bila investor menginginkan untuk hedging atau melindungi nilai investasinya, umumnya akan melakukan diversifikasi. Diversifikasi dilakukan dengan memiliki beberapa instrumen yang korelasinya rendah, sehingga diharapkan ketika terjadi koreksi atau penurunan di suatu instrumen tidak berpengaruh ke instrumen lainnya. Dari hasil pengamatan dapat dilihat bahwa obligasi memiliki korelasi hingga 40% dengan IHSG, namun emas hanya memiliki korelasi hingga 8%. Ini artinya pergerakan harga emas hampir tidak berhubungan dengan pergerakan harga saham, yang menjadikan emas sebagai instrumen yang sangat menarik untuk hedging ataupun diversifikasi.

Dari hasil pengamatan diatas emas merupakan instrumen yang memberikan keuntungan diatas saham dengan risiko yang relatif lebih rendah, selain itu emas juga memiliki korelasi yang sangat kecil dengan saham sehingga sangat cocok untuk diversifikasi. Namun demikian harap diingat bahwa pengamatan diatas hanya menghitung kinerja dengan asumsi tidak ada biaya lain yang terjadi. Investasi di emas dapat menimbulkan biaya yang tidak terjadi di saham, seperti biaya pembuatan bila anda membeli emas dalam bentuk perhiasan ataupun biaya cetak bila membeli emas batangan ataupun koin emas seperti dirham, penyimpanan emas juga dapat menimbulkan biaya bila anda menyewa safe deposit box. Risiko lain adalah tidak seperti saham dan obligasi yang kepemilikan melekat pada nama anda sehingga tidak dapat dicuri, bila tidak berhati-hati emas dapat hilang secara fisik.

Selain membeli secara fisik, terdapat juga beberapa alternatif dalam berinvestasi emas seperti kontrak berjangka emas, namun investasi ini dapat digolongkan sebagai instrumen derivatif dan memiliki karakteristik dan risiko yang berbeda dengan membeli emas secara fisik. Investor diharapkan memahami sepenuhnya instrumen investasi yang dibeli sehingga siap dalam menghadapi fluktuasi dan mengantisipasi kerugian yang terlalu dalam.

Setiap instrumen memiliki karakteristik, potensi keuntungan dan risiko, investor diharapkan untuk memilih instrumen investasi sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.

Happy Investing

Instrumen :

IHSG

Emas

Reksadana

Saham

Obligasi

 Pemerintah

Reksadana Pendapatan Tetap

10 Tahun

Annualized Return

25.35%

21.27%

21.40%

17.85%

10.08%

Annualized Risk

24.16%

19.66%

23.45%

8.77%

3.33%

Risk Adjusted Return

1.05

1.08

0.91

2.03

3.02

Korelasi Dengan IHSG

 

7.26%

94.24%

17.27%

28.78%

5 Tahun

Annualized Return

23.85%

26.57%

18.25%

12.99%

11.48%

Annualized Risk

26.67%

22.46%

28.28%

7.97%

4.19%

Risk Adjusted Return

0.89

1.18

0.65

1.63

2.74

Korelasi Dengan IHSG

 

8.4%

98.4%

34.4%

36.3%

3 Tahun

Annualized Return

27.52%

34.81%

22.23%

15.99%

14.13%

Annualized Risk

27.68%

23.56%

29.96%

9.49%

4.99%

Risk Adjusted Return

0.99

1.48

0.74

1.69

2.83

Korelasi Dengan IHSG

 

8.46%

98.30%

38.71%

40.09%

Email
Redaksi : inggit[at]thepresidentpost.com
Informasi : sales[at]thepresidentpost.com
Pemasangan Iklan : ulfah[at]thepresidentpost.com

Comments are closed.